Project Interview – SYAMSUL BACHRI CHAERUDDIN

•28 March 2011 • Leave a Comment

Syamsul Bachri Chaeruddin

Daftar Pertanyaan


Bowi            :    Bagaimana pemahaman arti ide menurut anda?

Syamsul     :    “Menurut saya, ide adalah sesuatu hal yang datang dengan sendirinya. Tapi bisa juga dengan melihat dan mempelajari sesuatu hal yang membuat kita terinspirasi. Misalnya, ketika saya melihat pemain lain yang permainannya lebih bagus. Itu akan memberikan ide buat saya agar saya bermain lebih bagus lagi.”

 

Bowi            :    Bagaimana pemahaman arti konsep menurut anda?

Syamsul     :    “Kalau konsep, menurut saya adalah suatu pemikiran yang belum dituangkan ke dalam suatu wadah untuk diterapkan kehidupan. Jadi hanya berupa pemikiran atau imajinasi saja”

 

Bowi            :    Lalu, bagaimana strategi anda untuk mewujudkan ide dari setiap karya-karya anda?

Syamsul     :    “Strategi saya? Sebenarnya tak ada strategi khusus. Hanya banyak belajar, berlatih dengan giat dan bertukar pikiran dengan rekan-rekan saya untuk menambah ide sebagai bentuk perwujudan dari konsep yang saya miliki.”

 

Bowi            :    Bagaimana pendapat anda, tentang dunia ide dalam industri kreatif (dunia penciptaan) yang ada diIndonesia?

Syamsul     :    “di Indonesia sangat kaya akan dunia ide, banyak masyarakat dari berbagai lapisan yang membuat suatu karya yang cukup bagus dan membanggakan.”

 

Bowi            :    Menurut anda, Bagaimana untuk mengukur suatu ide dari suatu konsep dianggap baik ketika dilihat dari idealisme dari suatu bisnis?

Syamsul     :    “Menurut saya, ide dan konsep yang baik itu ketika orang lain bisa menerima  dan memahami.”

 

Bowi            :    Jika ide dikaitkan dengan sepak bola, pernakah anda memberikan suatu ide kepada Pak Pelatih? Biasanya ide tentang apa? Tolong berikan penjelasan.

Syamsul     :    “Pernah. Biasanya saya memberikan suatu ide tentang cara meminimalisir pemain lawan melakukan serangan ke gawang tim kami, karena posisi saya bermain adalah pemain tengah. Dimana aliran bola berjalan berdasarkan pemain tengah, jadi saya mengetahui penyerangan pemain lawan. Namun mengenai ide yang saya berikan ke pelatih, semua kembali lagi ke pelatih karena sepak bola permainan tim jadi harus berdasarkan keputusan pelatih dan juga official tim”

 

Bowi            :    Mengapa anda lebih memilih profesi sebagai pesepak bola?

Syamsul     :    “karena dari kecil saya senang bermain bola. Lingkungan kehidupan saya juga kebanyakan suka bermain sepak bola. Secara tidak langsung saya menjadi suka dan mencintai permainan ini. Lama-kelamaan saya menekuni dengan serius hingga menjadi seperti ini”

 

Bowi            :    Pernahkan anda jenuh dengan profesi yang anda jalani? Biasanya, hal apa saj yang anda lakukan jika anda jenuh?

Syamsul     :    “Jenuh? Pasti pernah, apalagi jika jadwal pertandingan sangat padat tapi saya telah terbiasa  dengan keadaan seperti itu. Biasanya kalau saya sudah jenuh, saya bermain game atau berekreasi bersama keluarga ataupun teman-teman.”

 

Bowi            :    Apa pendapat anda mengenai TimnasIndonesia sekarang?

Syamsul     :    “Menurut saya, secara permainan sudah banyak berkembang. Apalagi sekarang banyak pemain muda yang menghuni skuad Merah Putih, namun terkadang pemain muda sulit mengontrol emosi. Tapi secara garis besar, permainan Timnas Indonesia sudah cukup berkembang.”

 

Bowi            :    Apa pesan anda untuk generasi muda agar dapat mengukir prestasi?

Syamsul     :    “Saran saya, teruslah berlatih dan belajar dari orang yang lebih berpengalaman. Seperti pelatih atau teman yang sudah memiliki jam terbang yang tinggi. Dan juga jangan pernah menyerah karena kegagalan awal dari kesuksesan.”

 

Kesimpulan Wawancara

Menurut saya, ide kita dapatkan dari banyak hal. Bisa secara tak sengaja (tiba-tiba mendapatkan ide) ataupun dari apa yang kita lihat yng membuat kita terinspirasi sehingga terciptlah suatu ide. Misalnya, ketika saya melihat desain gambar-gambar yang menarik. Itu akan menambah ide saya dalam membut suatu karya. Jadi banyak faktor dalam terciptanya suatu ide.

Ketika kita ingin mewujudkannya, kita haru selalu berusaha dan jangan pentang menyerah agar ide yang kita punya akan menghasilkan suatu karya yaitu berupa prestasi. Kita pun harus bertukar pikiran agar kita memiliki banyak ide karena setiap orang memiliki pola piker yang berbeda yang dapat menambah inspirasi serta pengetahuan.

Advertisements

LIVERPOOL VICTORY AT ANFIELD STADIUM

•28 March 2011 • Leave a Comment

SLAUGHTER STOKE CITY

ANALISA PERTANDINGAN:

Liverpool yang bertindak sebagai tuan rumah, bermain sangat agresif. Belum lama pertandingan dimulai, Liverpool sudah mulai menyerang pertahanan Stoke City. berkali-kali pemain-pemain Liverpool melancarkan serangan, baik dari tengan, maupun dari sayap.

Akhirnya usaha Gerrard dan kawan-kawan membuahkan hasil. Setelah beberapa kali gagal mencetak gol. Liverpool yang mengandalkan Gerrard sebagai motor serangan berhasil mencetak gol padaa pertangahan babak pertama. Selanjutnya sebelum menutup babak pertama, gol tercipta lagi. Ketika babak kedua memasuki pertengahan, 2 gol tercipta. Hingga akhrir pertandingan, Liverpool menang dengan skor 4-0.

Type Shot :

  • Long Shot: jika mengambil objek manusia, Long Shot adalah gambar seutuhnya, mulai dari ujung rambut hingga ujung sepatu. Posisi subjek bisa bervariasi (tiga per empat profil, profil, atau mengarah pada kamera). Gerakan kepala dapat dilihat dengan jelas sehingga mata dapat teridentifikasi tetapi kalau figur hanya satu. Jika dalam shot terdapat dua atau lebih figur, maka garis mata diantara mereka menjadi kabur. Long Shot sering digunakan untuk memperlihatkan gerakan manusia, seperti subjek yang sedang berjalan, berlari, atau menggerakkan tangan. Long Shot jarang digunakan sebagai shot pembuka, kecuali kalau lingkungan yang digambatkan sudah dikenal dengan baik oleh penonton. Long Shot dikenal sebagai Landscape Format yang mengantarkan mata penonton kepada keluasan suatu suasana dan objek.
  • Very Long Shot: dibuat apabila penonton memerlukan visualisasi untuk menggambarkan adegan kolosal atau banyak objek. Untuk subjek manusia, tinggi subjek sekitar satu per tiga dari ketinggian frame. Subjek mulai dikenali pakaian dan jenis kelaminnya. Aktivitas subjek mulai terlihat walaupun tidak terlihat jelas.Mayoritas frame masih berisi geografi dan lingkungan sekitar sehingga dalam produksi film, VLS ini biasanya berupa gambar-gambar cantik dan indah. Very Long Shot bisa digunakan sebagai opening sequence yang dibutuhkan untuk pengenalan figur dan pergerakannya walaupun tidak secara detil. Masalah utama pada ukuran shot ini adalah kesulitan dalam mengikuti pergerakan subjek, baik ke kiri atau ke kanan. Ini terjadi karena ukuran kepala yang terlihat cukup kecil sehingga garis mata tidak terlihat. Akibatnya arah pergerakan lebih mudah dideteksi lewat gerakan tubuh.
  • Cut Away : Teknik yang mengambil pergerakan dan reaksi dari sekitar subjek.
  • Medium Shot: Pada objek yang sama, dengan melakukan zoom in pada gambar berukuran Medium Long Shot, maka shot size berubah menjadi Medium Shot. Posisi subjek pada Medium Shot mengarah pada kamera. Medium Shot dikenal sebagai Potrait Format atau posisi pas foto karena memperlihatkan subjek orang dari tangan sampai ke atas kepala. Ukuran shot ini bahkan dapat memperlihatkan pergerakan mata dengan jelas. Karena itu, perhatian lebih ditekankan pada figure daripada background. Medium Shot biasanya digunakan sebagai komposisi gambar terbaik untuk syuting wawancara karena penonton dapat melihat dengan jelas ekspresi dan emosi dari orang yang diwawancara.
  • Medium Close Up: posisi subjek pada Medium Close Up mengarah ke kamera dengan mengutamakan ekspresi wajah. Garis mata subjek terlihat jelas bahkan apabila terdapat kecacatan pada kulit, dapat terlihat. Begitu juga jika subjek menggerakan wajah, maka akan terlihat jelas, seperti kalau subjek menggerak-gerakkan matanya. Pada Medium Close Up masih terdapat sisa tempat untuk memperlihatkan akvtivitas lain atau sebagian aktivitas terlihat pada background. Ada problem utama yang berhubungan dengan mata subjek, yaitu mata akan tampak flat dan tidak hidup jika tidak dibantu oleh pencahayaan tambahan atau reflector. Medium Close Up sangat umum digunakan pada berbagai produksi untuk menceritakan kepada penonton tentang berbagai hal mengenai subjek. Satu catatan khusus, objek gambar bisa diposisikan dari berbagai sudut kamera..

Pergerakan Kamera :
Pain Right : Pergerakan kamera ke kanan terhadap subjek
Pain Left : Pergerakan kamera ke kiri terhadap subjek
Zoom In : Pergerakan kamera mendekati subjek
Zoom Out : Pergerakan kamera menjauhi subjek
Tilt Up : Pergerakan kamera ke atas terhadap subjek
Tilt Down : Pergerakan kamera ke atas terhadap subjek

Referensi :

http://okihelfiska.wordpress.com/2008/09/08/tipe-tipe-shot-pada-kamera

Bahan Perkuliahan Teknik Kamera Televisi, Joni Arman Hamid

http://blog.smkn4-mlg.sch.id/smmart/2010/11/18/type-of-shot-lebih-panjang%E2%80%A6/

 

WIN OVER NEWCASTLE UNITED

Analisa Pertandingan :

Pertandingan ini terjadi sekitar tahun 1996. Liverpool menjamu Newcastle United. Ini merupakan pertandingan yang memiliki banyak penonton karena pada musim itu, kedua tim merupakan tim yang paling disegani di dataran Inggris.

Liverpool bermain cantik pada pertandingan itu, begitu pun dengan Newcastle United. Mereka tak mau mengalah dari Liverpool meski mereka bermain sebagai tim tamu. Silih berganti, Liverpool dan Newcastle saling menyerang. Permainan pun sedikit kasar, namun tetap terkontrol. Pertandingan ini berkesudahan dengan skor 4-3 untuk keunggulan tim tuan rumah, Liverpool.

Type shot :

  • Extra Long Shot: digunakan untuk mengambil gambar yang sangat jauh, panjang, luas, dan berdimensi lebar. Shot ini diambil dari area yang sangat luas sehingga dapat memberikan informasi tentang atmosfir dan lingkungan tempat kejadian.  Subjek terlihat sangat kecil pada frame sehingga benar-benar tidak dapat dikenali. Ukuran figure lebih kecil dari satu per enam dari ketinggian frame.  Meskipun demikan, gambar masih dapat menginformasikan bahwa subjek adalah manusia walaupun tidak dapat dibedakan antara pria dan wanita. Shot ini  juga dikenal sebagai wide angle atau wide shot.  Karena mayoritas frame berisi pengenalan scene daripada seorang manusia, maka shot ini kadang dikenal sebagai geography shot.  Lewat shot ini dapat menghasilkan komposisi gambar indah dari sebuah panorama.
  • Long Shot: jika mengambil objek manusia, Long Shot adalah gambar seutuhnya, mulai dari ujung rambut hingga ujung sepatu. Posisi subjek bisa bervariasi (tiga per empat profil, profil, atau mengarah pada kamera). Gerakan kepala dapat dilihat dengan jelas sehingga mata dapat teridentifikasi tetapi kalau figur hanya satu. Jika dalam shot terdapat dua atau lebih figur, maka garis mata diantara mereka menjadi kabur. Long Shot sering digunakan untuk memperlihatkan gerakan manusia, seperti subjek yang sedang berjalan, berlari, atau menggerakkan tangan. Long Shot jarang digunakan sebagai shot pembuka, kecuali kalau lingkungan yang digambatkan sudah dikenal dengan baik oleh penonton. Long Shot dikenal sebagai Landscape Format yang mengantarkan mata penonton kepada keluasan suatu suasana dan objek.
  • Medium Shot: pada objek yang sama, dengan melakukan zoom in pada gambar berukuran Medium Long Shot, maka shot size berubah menjadi Medium Shot. Posisi subjek pada Medium Shot mengarah pada kamera. Medium Shot dikenal sebagai Potrait Format atau posisi pas foto karena memperlihatkan subjek orang dari tangan sampai ke atas kepala. Ukuran shot ini   bahkan dapat memperlihatkan pergerakan mata dengan jelas. Karena itu, perhatian lebih ditekankan pada figure daripada background. Medium Shot biasanya digunakan sebagai komposisi gambar terbaik untuk syuting wawancara karena  penonton dapat melihat dengan jelas ekspresi dan emosi dari orang yang diwawancara.
  • Medium Close Up: Posisi subjek pada Medium Close Up mengarah ke kamera dengan mengutamakan ekspresi wajah.  Garis mata subjek terlihat jelas bahkan apabila terdapat kecacatan pada kulit, dapat terlihat.  Begitu juga jika subjek menggerakan wajah, maka akan terlihat jelas, seperti kalau subjek menggerak-gerakkan matanya. Pada Medium Close Up masih terdapat sisa tempat untuk memperlihatkan akvtivitas lain atau sebagian aktivitas terlihat pada background.  Ada problem utama yang berhubungan dengan mata subjek, yaitu mata akan tampak flat dan tidak hidup jika tidak dibantu oleh pencahayaan tambahan atau reflector.  Medium Close Up sangat umum digunakan pada berbagai produksi untuk menceritakan kepada penonton tentang berbagai hal mengenai subjek.  Satu catatan khusus, objek gambar bisa diposisikan dari berbagai sudut kamera.

Pergerakan Kamera :
Pain Right : Pergerakan kamera ke kanan terhadap subjek
Pain Left : Pergerakan kamera ke kiri terhadap subjek
Zoom In : Pergerakan kamera mendekati subjek
Zoom Out : Pergerakan kamera menjauhi subjek
Tilt Up : Pergerakan kamera ke atas terhadap subjek
Tilt Down : Pergerakan kamera ke atas terhadap subjek

Referensi :
http://okihelfiska.wordpress.com/2008/09/08/tipe-tipe-shot-pada-kamera
Bahan Perkuliahan Teknik Kamera Televisi, Joni Arman Hamid
http://blog.smkn4-mlg.sch.id/smmart/2010/11/18/type-of-shot-lebih-panjang%E2%80%A6/

 

VANQUISH MIDDLESBROUGH

ANALISA PERTANDINGAN:

Pada pertandingan kali ini, Liverpool kedatangan tim Middlesbrough sebagai tim tamu. Liverpool yang bertindak sebagai tim tuan rumah berrmain agresif. Beberapa kali menyerah pertahanan Middlesbrough. Namun selalu gagal karen pemain bertahan Middlesbrough bermain sangat disiplin. Middlesbrough pun tak mau mengalah, meski bertindak sebagai tim tamu namun mereka tetap melakukan serangan.

Jual beli serangan pun terjadi dan permainan keras pun tak dapat dihindari, beberapa kali sempat terjadi kesalahpahaman atar pemain lawan. Namun mereka tetap sportif. Liverpool beruntung memiliki Steven Gerrard karena ia banyak melakukan serangan. Ia pun berkontribusi terjadinya gol pertama dan gol kedua Liverpool.

Type Shot :

  • Long Shot: jika mengambil objek manusia, Long Shot adalah gambar seutuhnya, mulai dari ujung rambut hingga ujung sepatu. Posisi subjek bisa bervariasi (tiga per empat profil, profil, atau mengarah pada kamera). Gerakan kepala dapat dilihat dengan jelas sehingga mata dapat teridentifikasi tetapi kalau figur hanya satu. Jika dalam shot terdapat dua atau lebih figur, maka garis mata diantara mereka menjadi kabur. Long Shot sering digunakan untuk memperlihatkan gerakan manusia, seperti subjek yang sedang berjalan, berlari, atau menggerakkan tangan. Long Shot jarang digunakan sebagai shot pembuka, kecuali kalau lingkungan yang digambatkan sudah dikenal dengan baik oleh penonton. Long Shot dikenal sebagai Landscape Format yang mengantarkan mata penonton kepada keluasan suatu suasana dan objek.
  • Very Long Shot: dibuat apabila penonton memerlukan visualisasi untuk menggambarkan adegan kolosal atau banyak objek. Untuk subjek manusia, tinggi subjek sekitar satu per tiga dari ketinggian frame. Subjek mulai dikenali pakaian dan jenis kelaminnya. Aktivitas subjek mulai terlihat walaupun tidak terlihat jelas.Mayoritas frame masih berisi geografi dan lingkungan sekitar sehingga dalam produksi film, VLS ini biasanya berupa gambar-gambar cantik dan indah. Very Long Shot bisa digunakan sebagai opening sequence yang dibutuhkan untuk pengenalan figur dan pergerakannya walaupun tidak secara detil. Masalah utama pada ukuran shot ini adalah kesulitan dalam mengikuti pergerakan subjek, baik ke kiri atau ke kanan. Ini terjadi karena ukuran kepala yang terlihat cukup kecil sehingga garis mata tidak terlihat. Akibatnya arah pergerakan lebih mudah dideteksi lewat gerakan tubuh.
  • Cut Away : Teknik yang mengambil pergerakan dan reaksi dari sekitar subjek.
  • Medium Shot: Pada objek yang sama, dengan melakukan zoom in pada gambar berukuran Medium Long Shot, maka shot size berubah menjadi Medium Shot. Posisi subjek pada Medium Shot mengarah pada kamera. Medium Shot dikenal sebagai Potrait Format atau posisi pas foto karena memperlihatkan subjek orang dari tangan sampai ke atas kepala. Ukuran shot ini bahkan dapat memperlihatkan pergerakan mata dengan jelas. Karena itu, perhatian lebih ditekankan pada figure daripada background. Medium Shot biasanya digunakan sebagai komposisi gambar terbaik untuk syuting wawancara karena penonton dapat melihat dengan jelas ekspresi dan emosi dari orang yang diwawancara.
  • Medium Close Up: posisi subjek pada Medium Close Up mengarah ke kamera dengan mengutamakan ekspresi wajah. Garis mata subjek terlihat jelas bahkan apabila terdapat kecacatan pada kulit, dapat terlihat. Begitu juga jika subjek menggerakan wajah, maka akan terlihat jelas, seperti kalau subjek menggerak-gerakkan matanya. Pada Medium Close Up masih terdapat sisa tempat untuk memperlihatkan akvtivitas lain atau sebagian aktivitas terlihat pada background. Ada problem utama yang berhubungan dengan mata subjek, yaitu mata akan tampak flat dan tidak hidup jika tidak dibantu oleh pencahayaan tambahan atau reflector. Medium Close Up sangat umum digunakan pada berbagai produksi untuk menceritakan kepada penonton tentang berbagai hal mengenai subjek. Satu catatan khusus, objek gambar bisa diposisikan dari berbagai sudut kamera..

Pergerakan Kamera :
Pain Right : Pergerakan kamera ke kanan terhadap subjek
Pain Left : Pergerakan kamera ke kiri terhadap subjek
Zoom In : Pergerakan kamera mendekati subjek
Zoom Out : Pergerakan kamera menjauhi subjek
Tilt Up : Pergerakan kamera ke atas terhadap subjek
Tilt Down : Pergerakan kamera ke atas terhadap subjek

Referensi :

http://okihelfiska.wordpress.com/2008/09/08/tipe-tipe-shot-pada-kamera

Bahan Perkuliahan Teknik Kamera Televisi, Joni Arman Hamid

http://blog.smkn4-mlg.sch.id/smmart/2010/11/18/type-of-shot-lebih-panjang%E2%80%A6/

 

PEPE REINA IS HEROES

ANALISA PERTANDINGAN:

Pada awal pertandingan, tim tamu (Blackburn Rovers) lebih dulu mengancam pertahanan LIverpool. Lewat sepak pojok, tim tamu mengancam. Namun sundulan pemain Blackburn masih dapat diantisipasi oleh penjaga gawang Liverpool, Pepe Reina. Tak lama berselang, pemain-pemain Blackburn kembali mengancam gawang Liverpool ltendangan jauh. Lagi-lagi tim Blackburn tak dapat menembus gawang Pepe Reina karena tendangannya meluncur deras ke atas mistar gawang. Berkali-kali tim tamu mengancam gawang Liverpool. Namun, belum dapat menembus gawang Liverpool yang dikawal oleh Jose Pepe Reina. kedudukan pun masih imbang tanpa gol. Sempat mendapat peluang emas memanfaatkan kelengahan barisan belakang tim Liverpool. Tapi lagi-lagi gol tak tercipta.

Melalui serangan balik, LIverpool berhasil unggul melalui Steven Gerrard. Kerja sama apik dengan Yossi Benayoun, Steven Gerrard mampu melewati penjagaan pemain belakang dan berhasil mengecoh kiper Blackburn. Kedudukan pun berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan Liverpool.

Tim tamu pun memberikan perlawanan yang cukup ketat. Melalui serangan dari sayap kiri, tim tamu mengancam. 2 kali melakukan tendangan ke gawan, namun masih bisa diblok oleh penjaga gawang Liverpool. Hingga akhir, kedudukan tak berubah untuk keunggulan tim Liverpool.

Type Shot :

  • Long Shot: jika mengambil objek manusia, Long Shot adalah gambar seutuhnya, mulai dari ujung rambut hingga ujung sepatu. Posisi subjek bisa bervariasi (tiga per empat profil, profil, atau mengarah pada kamera). Gerakan kepala dapat dilihat dengan jelas sehingga mata dapat teridentifikasi tetapi kalau figur hanya satu. Jika dalam shot terdapat dua atau lebih figur, maka garis mata diantara mereka menjadi kabur. Long Shot sering digunakan untuk memperlihatkan gerakan manusia, seperti subjek yang sedang berjalan, berlari, atau menggerakkan tangan. Long Shot jarang digunakan sebagai shot pembuka, kecuali kalau lingkungan yang digambatkan sudah dikenal dengan baik oleh penonton. Long Shot dikenal sebagai Landscape Format yang mengantarkan mata penonton kepada keluasan suatu suasana dan objek.
  • Very Long Shot: dibuat apabila penonton memerlukan visualisasi untuk menggambarkan adegan kolosal atau banyak objek. Untuk subjek manusia, tinggi subjek sekitar satu per tiga dari ketinggian frame. Subjek mulai dikenali pakaian dan jenis kelaminnya. Aktivitas subjek mulai terlihat walaupun tidak terlihat jelas.Mayoritas frame masih berisi geografi dan lingkungan sekitar sehingga dalam produksi film, VLS ini biasanya berupa gambar-gambar cantik dan indah. Very Long Shot bisa digunakan sebagai opening sequence yang dibutuhkan untuk pengenalan figur dan pergerakannya walaupun tidak secara detil. Masalah utama pada ukuran shot ini adalah kesulitan dalam mengikuti pergerakan subjek, baik ke kiri atau ke kanan. Ini terjadi karena ukuran kepala yang terlihat cukup kecil sehingga garis mata tidak terlihat. Akibatnya arah pergerakan lebih mudah dideteksi lewat gerakan tubuh.
  • Cut Away : Teknik yang mengambil pergerakan dan reaksi dari sekitar subjek.
  • Medium Shot: Pada objek yang sama, dengan melakukan zoom in pada gambar berukuran Medium Long Shot, maka shot size berubah menjadi Medium Shot. Posisi subjek pada Medium Shot mengarah pada kamera. Medium Shot dikenal sebagai Potrait Format atau posisi pas foto karena memperlihatkan subjek orang dari tangan sampai ke atas kepala. Ukuran shot ini bahkan dapat memperlihatkan pergerakan mata dengan jelas. Karena itu, perhatian lebih ditekankan pada figure daripada background. Medium Shot biasanya digunakan sebagai komposisi gambar terbaik untuk syuting wawancara karena penonton dapat melihat dengan jelas ekspresi dan emosi dari orang yang diwawancara.
  • Medium Close Up: posisi subjek pada Medium Close Up mengarah ke kamera dengan mengutamakan ekspresi wajah. Garis mata subjek terlihat jelas bahkan apabila terdapat kecacatan pada kulit, dapat terlihat. Begitu juga jika subjek menggerakan wajah, maka akan terlihat jelas, seperti kalau subjek menggerak-gerakkan matanya. Pada Medium Close Up masih terdapat sisa tempat untuk memperlihatkan akvtivitas lain atau sebagian aktivitas terlihat pada background. Ada problem utama yang berhubungan dengan mata subjek, yaitu mata akan tampak flat dan tidak hidup jika tidak dibantu oleh pencahayaan tambahan atau reflector. Medium Close Up sangat umum digunakan pada berbagai produksi untuk menceritakan kepada penonton tentang berbagai hal mengenai subjek. Satu catatan khusus, objek gambar bisa diposisikan dari berbagai sudut kamera..

Pergerakan Kamera :
Pain Right : Pergerakan kamera ke kanan terhadap subjek
Pain Left : Pergerakan kamera ke kiri terhadap subjek
Zoom In : Pergerakan kamera mendekati subjek
Zoom Out : Pergerakan kamera menjauhi subjek
Tilt Up : Pergerakan kamera ke atas terhadap subjek
Tilt Down : Pergerakan kamera ke atas terhadap subjek

Referensi :

http://okihelfiska.wordpress.com/2008/09/08/tipe-tipe-shot-pada-kamera

Bahan Perkuliahan Teknik Kamera Televisi, Joni Arman Hamid

http://blog.smkn4-mlg.sch.id/smmart/2010/11/18/type-of-shot-lebih-panjang%E2%80%A6/

 

GERRARD HATTRICK

Pada awal pertandingan, Liverpool langsung berinisiatif melakukan serangan. Melaui Steven Gerrard sebagai motor serangan, berkali-kali Liverpool memborbardir pertahanan Napoli.

Steven Gerrad. pada pertandingan kali itu bermain cukup dominan dengan banyak melakukan serangan. Akhirnya usahanya itu mebuahkan hasil dengan mencetak gol yang membuat Liverpool menang atas Napoli (tim yang berasal dari Italia).

Type Shot :

  • Long Shot: jika mengambil objek manusia, Long Shot adalah gambar seutuhnya, mulai dari ujung rambut hingga ujung sepatu. Posisi subjek bisa bervariasi (tiga per empat profil, profil, atau mengarah pada kamera). Gerakan kepala dapat dilihat dengan jelas sehingga mata dapat teridentifikasi tetapi kalau figur hanya satu. Jika dalam shot terdapat dua atau lebih figur, maka garis mata diantara mereka menjadi kabur. Long Shot sering digunakan untuk memperlihatkan gerakan manusia, seperti subjek yang sedang berjalan, berlari, atau menggerakkan tangan. Long Shot jarang digunakan sebagai shot pembuka, kecuali kalau lingkungan yang digambatkan sudah dikenal dengan baik oleh penonton. Long Shot dikenal sebagai Landscape Format yang mengantarkan mata penonton kepada keluasan suatu suasana dan objek.
  • Very Long Shot: dibuat apabila penonton memerlukan visualisasi untuk menggambarkan adegan kolosal atau banyak objek. Untuk subjek manusia, tinggi subjek sekitar satu per tiga dari ketinggian frame. Subjek mulai dikenali pakaian dan jenis kelaminnya. Aktivitas subjek mulai terlihat walaupun tidak terlihat jelas.Mayoritas frame masih berisi geografi dan lingkungan sekitar sehingga dalam produksi film, VLS ini biasanya berupa gambar-gambar cantik dan indah. Very Long Shot bisa digunakan sebagai opening sequence yang dibutuhkan untuk pengenalan figur dan pergerakannya walaupun tidak secara detil. Masalah utama pada ukuran shot ini adalah kesulitan dalam mengikuti pergerakan subjek, baik ke kiri atau ke kanan. Ini terjadi karena ukuran kepala yang terlihat cukup kecil sehingga garis mata tidak terlihat. Akibatnya arah pergerakan lebih mudah dideteksi lewat gerakan tubuh.
  • Cut Away : Teknik yang mengambil pergerakan dan reaksi dari sekitar subjek.
  • Medium Shot: Pada objek yang sama, dengan melakukan zoom in pada gambar berukuran Medium Long Shot, maka shot size berubah menjadi Medium Shot. Posisi subjek pada Medium Shot mengarah pada kamera. Medium Shot dikenal sebagai Potrait Format atau posisi pas foto karena memperlihatkan subjek orang dari tangan sampai ke atas kepala. Ukuran shot ini bahkan dapat memperlihatkan pergerakan mata dengan jelas. Karena itu, perhatian lebih ditekankan pada figure daripada background. Medium Shot biasanya digunakan sebagai komposisi gambar terbaik untuk syuting wawancara karena penonton dapat melihat dengan jelas ekspresi dan emosi dari orang yang diwawancara.
  • Medium Close Up: posisi subjek pada Medium Close Up mengarah ke kamera dengan mengutamakan ekspresi wajah. Garis mata subjek terlihat jelas bahkan apabila terdapat kecacatan pada kulit, dapat terlihat. Begitu juga jika subjek menggerakan wajah, maka akan terlihat jelas, seperti kalau subjek menggerak-gerakkan matanya. Pada Medium Close Up masih terdapat sisa tempat untuk memperlihatkan akvtivitas lain atau sebagian aktivitas terlihat pada background. Ada problem utama yang berhubungan dengan mata subjek, yaitu mata akan tampak flat dan tidak hidup jika tidak dibantu oleh pencahayaan tambahan atau reflector. Medium Close Up sangat umum digunakan pada berbagai produksi untuk menceritakan kepada penonton tentang berbagai hal mengenai subjek. Satu catatan khusus, objek gambar bisa diposisikan dari berbagai sudut kamera..

Pergerakan Kamera :
Pain Right : Pergerakan kamera ke kanan terhadap subjek
Pain Left : Pergerakan kamera ke kiri terhadap subjek
Zoom In : Pergerakan kamera mendekati subjek
Zoom Out : Pergerakan kamera menjauhi subjek
Tilt Up : Pergerakan kamera ke atas terhadap subjek
Tilt Down : Pergerakan kamera ke atas terhadap subjek

Referensi :

http://okihelfiska.wordpress.com/2008/09/08/tipe-tipe-shot-pada-kamera

Bahan Perkuliahan Teknik Kamera Televisi, Joni Arman Hamid

http://blog.smkn4-mlg.sch.id/smmart/2010/11/18/type-of-shot-lebih-panjang%E2%80%A6/

 

THIN WIN OVER BIRMINGHAM CITY

Analisa Pertandingan :

Pada pertandingan kali ini, Liverpool bertindak sebagai tuan rumah. Liverpool yang bermain dihadapan jutaan pendukungnya sangat bersemangat untuk memenangkan pertandingan. Hal itu terlihat pada permainan Liverpool yang berinisiatif menyerah meski pertandingan baru saja di mulai.

Sebagai tim tamu, Birmingham City tak mau menyerah begitu saja. permainan yang taktis serta lini belakang yang tampil solid, membuat armada Anfield sedikit kesulitan menembus pertahanan Birmingham City. Berkali-kali pemain-pemain Liverpool gagal mencetak gol.

Namun pemain Liverpool tak menyerah begitu saja. Akhirnya Liverpool berhasil mencetak 2 gol ke gawang Birmingham City. Birmingham City pun memberi perlawanan dengan mencetak 1 gol. Tapi sayang, hingga peluit panjang dibunyikan Liverpool tetap unggul dengan skor tipis 2-1.

Type shot :

  • Extra Long Shot: digunakan untuk mengambil gambar yang sangat jauh, panjang, luas, dan berdimensi lebar. Shot ini diambil dari area yang sangat luas sehingga dapat memberikan informasi tentang atmosfir dan lingkungan tempat kejadian.  Subjek terlihat sangat kecil pada frame sehingga benar-benar tidak dapat dikenali. Ukuran figure lebih kecil dari satu per enam dari ketinggian frame.  Meskipun demikan, gambar masih dapat menginformasikan bahwa subjek adalah manusia walaupun tidak dapat dibedakan antara pria dan wanita. Shot ini  juga dikenal sebagai wide angle atau wide shot.  Karena mayoritas frame berisi pengenalan scene daripada seorang manusia, maka shot ini kadang dikenal sebagai geography shot.  Lewat shot ini dapat menghasilkan komposisi gambar indah dari sebuah panorama.
  • Long Shot: jika mengambil objek manusia, Long Shot adalah gambar seutuhnya, mulai dari ujung rambut hingga ujung sepatu. Posisi subjek bisa bervariasi (tiga per empat profil, profil, atau mengarah pada kamera). Gerakan kepala dapat dilihat dengan jelas sehingga mata dapat teridentifikasi tetapi kalau figur hanya satu. Jika dalam shot terdapat dua atau lebih figur, maka garis mata diantara mereka menjadi kabur. Long Shot sering digunakan untuk memperlihatkan gerakan manusia, seperti subjek yang sedang berjalan, berlari, atau menggerakkan tangan. Long Shot jarang digunakan sebagai shot pembuka, kecuali kalau lingkungan yang digambatkan sudah dikenal dengan baik oleh penonton. Long Shot dikenal sebagai Landscape Format yang mengantarkan mata penonton kepada keluasan suatu suasana dan objek.
  • Medium Shot: pada objek yang sama, dengan melakukan zoom in pada gambar berukuran Medium Long Shot, maka shot size berubah menjadi Medium Shot. Posisi subjek pada Medium Shot mengarah pada kamera. Medium Shot dikenal sebagai Potrait Format atau posisi pas foto karena memperlihatkan subjek orang dari tangan sampai ke atas kepala. Ukuran shot ini   bahkan dapat memperlihatkan pergerakan mata dengan jelas. Karena itu, perhatian lebih ditekankan pada figure daripada background. Medium Shot biasanya digunakan sebagai komposisi gambar terbaik untuk syuting wawancara karena  penonton dapat melihat dengan jelas ekspresi dan emosi dari orang yang diwawancara.
  • Medium Close Up: Posisi subjek pada Medium Close Up mengarah ke kamera dengan mengutamakan ekspresi wajah.  Garis mata subjek terlihat jelas bahkan apabila terdapat kecacatan pada kulit, dapat terlihat.  Begitu juga jika subjek menggerakan wajah, maka akan terlihat jelas, seperti kalau subjek menggerak-gerakkan matanya. Pada Medium Close Up masih terdapat sisa tempat untuk memperlihatkan akvtivitas lain atau sebagian aktivitas terlihat pada background.  Ada problem utama yang berhubungan dengan mata subjek, yaitu mata akan tampak flat dan tidak hidup jika tidak dibantu oleh pencahayaan tambahan atau reflector.  Medium Close Up sangat umum digunakan pada berbagai produksi untuk menceritakan kepada penonton tentang berbagai hal mengenai subjek.  Satu catatan khusus, objek gambar bisa diposisikan dari berbagai sudut kamera.

Pergerakan Kamera :
Pain Right : Pergerakan kamera ke kanan terhadap subjek
Pain Left : Pergerakan kamera ke kiri terhadap subjek
Zoom In : Pergerakan kamera mendekati subjek
Zoom Out : Pergerakan kamera menjauhi subjek
Tilt Up : Pergerakan kamera ke atas terhadap subjek
Tilt Down : Pergerakan kamera ke atas terhadap subjek

Referensi :
http://okihelfiska.wordpress.com/2008/09/08/tipe-tipe-shot-pada-kamera
Bahan Perkuliahan Teknik Kamera Televisi, Joni Arman Hamid
http://blog.smkn4-mlg.sch.id/smmart/2010/11/18/type-of-shot-lebih-panjang%E2%80%A6/

 

BEAT HULL CITY WITH A SCORE 6-1

Pada awal pertandingan, Liverpool langsung berinisiatif melakukan serangan. Melaui Steven Gerrard sebagai motor serangan, berkali-kali Liverpool memborbardir pertahanan Hull City. Pada meit ke-11 tim Liverpool membuka peluang mellalui sayap kanan pertahanan Hull City. Umpan silang dikirimkan ketengah lapangan, Fernando Torres yang menerima bola tersebut berhasil mengelabui 2 orang pemain lawan dan melesakkan gol.

Serangan pun terus dilancarkan, hingga pemain-pemain Hull City terkepung dan tak dapat berbuat banyak. Hal hasil Liverpool menambah 5 gol lagi yang membuat para peain Hull City semakin putus asa. Hingga akhrir peluit panjang dibunyikan, Liverpool tetap unggul dengan skor 6-1.

Type Shot :

  • Long Shot: jika mengambil objek manusia, Long Shot adalah gambar seutuhnya, mulai dari ujung rambut hingga ujung sepatu. Posisi subjek bisa bervariasi (tiga per empat profil, profil, atau mengarah pada kamera). Gerakan kepala dapat dilihat dengan jelas sehingga mata dapat teridentifikasi tetapi kalau figur hanya satu. Jika dalam shot terdapat dua atau lebih figur, maka garis mata diantara mereka menjadi kabur. Long Shot sering digunakan untuk memperlihatkan gerakan manusia, seperti subjek yang sedang berjalan, berlari, atau menggerakkan tangan. Long Shot jarang digunakan sebagai shot pembuka, kecuali kalau lingkungan yang digambatkan sudah dikenal dengan baik oleh penonton. Long Shot dikenal sebagai Landscape Format yang mengantarkan mata penonton kepada keluasan suatu suasana dan objek.
  • Very Long Shot: dibuat apabila penonton memerlukan visualisasi untuk menggambarkan adegan kolosal atau banyak objek. Untuk subjek manusia, tinggi subjek sekitar satu per tiga dari ketinggian frame. Subjek mulai dikenali pakaian dan jenis kelaminnya. Aktivitas subjek mulai terlihat walaupun tidak terlihat jelas.Mayoritas frame masih berisi geografi dan lingkungan sekitar sehingga dalam produksi film, VLS ini biasanya berupa gambar-gambar cantik dan indah. Very Long Shot bisa digunakan sebagai opening sequence yang dibutuhkan untuk pengenalan figur dan pergerakannya walaupun tidak secara detil. Masalah utama pada ukuran shot ini adalah kesulitan dalam mengikuti pergerakan subjek, baik ke kiri atau ke kanan. Ini terjadi karena ukuran kepala yang terlihat cukup kecil sehingga garis mata tidak terlihat. Akibatnya arah pergerakan lebih mudah dideteksi lewat gerakan tubuh.
  • Cut Away : Teknik yang mengambil pergerakan dan reaksi dari sekitar subjek.
  • Medium Shot: Pada objek yang sama, dengan melakukan zoom in pada gambar berukuran Medium Long Shot, maka shot size berubah menjadi Medium Shot. Posisi subjek pada Medium Shot mengarah pada kamera. Medium Shot dikenal sebagai Potrait Format atau posisi pas foto karena memperlihatkan subjek orang dari tangan sampai ke atas kepala. Ukuran shot ini bahkan dapat memperlihatkan pergerakan mata dengan jelas. Karena itu, perhatian lebih ditekankan pada figure daripada background. Medium Shot biasanya digunakan sebagai komposisi gambar terbaik untuk syuting wawancara karena penonton dapat melihat dengan jelas ekspresi dan emosi dari orang yang diwawancara.
  • Medium Close Up: posisi subjek pada Medium Close Up mengarah ke kamera dengan mengutamakan ekspresi wajah. Garis mata subjek terlihat jelas bahkan apabila terdapat kecacatan pada kulit, dapat terlihat. Begitu juga jika subjek menggerakan wajah, maka akan terlihat jelas, seperti kalau subjek menggerak-gerakkan matanya. Pada Medium Close Up masih terdapat sisa tempat untuk memperlihatkan akvtivitas lain atau sebagian aktivitas terlihat pada background. Ada problem utama yang berhubungan dengan mata subjek, yaitu mata akan tampak flat dan tidak hidup jika tidak dibantu oleh pencahayaan tambahan atau reflector. Medium Close Up sangat umum digunakan pada berbagai produksi untuk menceritakan kepada penonton tentang berbagai hal mengenai subjek. Satu catatan khusus, objek gambar bisa diposisikan dari berbagai sudut kamera..

Pergerakan Kamera :
Pain Right : Pergerakan kamera ke kanan terhadap subjek
Pain Left : Pergerakan kamera ke kiri terhadap subjek
Zoom In : Pergerakan kamera mendekati subjek
Zoom Out : Pergerakan kamera menjauhi subjek
Tilt Up : Pergerakan kamera ke atas terhadap subjek
Tilt Down : Pergerakan kamera ke atas terhadap subjek

Referensi :

http://okihelfiska.wordpress.com/2008/09/08/tipe-tipe-shot-pada-kamera

Bahan Perkuliahan Teknik Kamera Televisi, Joni Arman Hamid

http://blog.smkn4-mlg.sch.id/smmart/2010/11/18/type-of-shot-lebih-panjang%E2%80%A6/

 

DESTROY THE SCORE 5-0 ASTON VILLA

Analisa Pertandingan :

Pada pertandingan kali ini, Liverpool berhasil menaklukkan Aston Villa dengan skor 5-0. Terlihat perjungan Liverpool untuk memenangi pertandingan kali ini. Usaha Gerrard dan kawan-kawan membuahkan hasil, mereka manuai hasil maksimal dengan memcukur Aston Villa 5-0 tanpa balas di depan Liverpudlian (nama untuk supporter tim Liverpool). Pada pertandingan ini, kapten kesebelasan Liverpool, Steven Gerrard berhasil mencetak hattrick. Dirk Kuyt pun menyumbang gol untuk kemenangan Liverpool.

Tim tamu pun bermain bukan tanpa perlawanan. Melalui Agbonlahor dan Ashley Young, pertahanan Liverpool di buat kerepotan. Namun, berkat kesigapan penjaga gawang Liverpool, Jose Pepe Reina, gawang Liverpool tak dapat dibobol oleh pemain-pemain Aston Villa. Hingga peluit akhir di bunyikan, Liverpool mempertahankan skor 5-0. Liverpool pun berhasil memenangkan pertandingan.

Type shot :

  • Extra Long Shot: digunakan untuk mengambil gambar yang sangat jauh, panjang, luas, dan berdimensi lebar. Shot ini diambil dari area yang sangat luas sehingga dapat memberikan informasi tentang atmosfir dan lingkungan tempat kejadian.  Subjek terlihat sangat kecil pada frame sehingga benar-benar tidak dapat dikenali. Ukuran figure lebih kecil dari satu per enam dari ketinggian frame.  Meskipun demikan, gambar masih dapat menginformasikan bahwa subjek adalah manusia walaupun tidak dapat dibedakan antara pria dan wanita. Shot ini  juga dikenal sebagai wide angle atau wide shot.  Karena mayoritas frame berisi pengenalan scene daripada seorang manusia, maka shot ini kadang dikenal sebagai geography shot.  Lewat shot ini dapat menghasilkan komposisi gambar indah dari sebuah panorama.
  • Long Shot: jika mengambil objek manusia, Long Shot adalah gambar seutuhnya, mulai dari ujung rambut hingga ujung sepatu. Posisi subjek bisa bervariasi (tiga per empat profil, profil, atau mengarah pada kamera). Gerakan kepala dapat dilihat dengan jelas sehingga mata dapat teridentifikasi tetapi kalau figur hanya satu. Jika dalam shot terdapat dua atau lebih figur, maka garis mata diantara mereka menjadi kabur. Long Shot sering digunakan untuk memperlihatkan gerakan manusia, seperti subjek yang sedang berjalan, berlari, atau menggerakkan tangan. Long Shot jarang digunakan sebagai shot pembuka, kecuali kalau lingkungan yang digambatkan sudah dikenal dengan baik oleh penonton. Long Shot dikenal sebagai Landscape Format yang mengantarkan mata penonton kepada keluasan suatu suasana dan objek.
  • Medium Shot: pada objek yang sama, dengan melakukan zoom in pada gambar berukuran Medium Long Shot, maka shot size berubah menjadi Medium Shot. Posisi subjek pada Medium Shot mengarah pada kamera. Medium Shot dikenal sebagai Potrait Format atau posisi pas foto karena memperlihatkan subjek orang dari tangan sampai ke atas kepala. Ukuran shot ini   bahkan dapat memperlihatkan pergerakan mata dengan jelas. Karena itu, perhatian lebih ditekankan pada figure daripada background. Medium Shot biasanya digunakan sebagai komposisi gambar terbaik untuk syuting wawancara karena  penonton dapat melihat dengan jelas ekspresi dan emosi dari orang yang diwawancara.
  • Medium Close Up: Posisi subjek pada Medium Close Up mengarah ke kamera dengan mengutamakan ekspresi wajah.  Garis mata subjek terlihat jelas bahkan apabila terdapat kecacatan pada kulit, dapat terlihat.  Begitu juga jika subjek menggerakan wajah, maka akan terlihat jelas, seperti kalau subjek menggerak-gerakkan matanya. Pada Medium Close Up masih terdapat sisa tempat untuk memperlihatkan akvtivitas lain atau sebagian aktivitas terlihat pada background.  Ada problem utama yang berhubungan dengan mata subjek, yaitu mata akan tampak flat dan tidak hidup jika tidak dibantu oleh pencahayaan tambahan atau reflector.  Medium Close Up sangat umum digunakan pada berbagai produksi untuk menceritakan kepada penonton tentang berbagai hal mengenai subjek.  Satu catatan khusus, objek gambar bisa diposisikan dari berbagai sudut kamera.

Pergerakan Kamera :
Pain Right : Pergerakan kamera ke kanan terhadap subjek
Pain Left : Pergerakan kamera ke kiri terhadap subjek
Zoom In : Pergerakan kamera mendekati subjek
Zoom Out : Pergerakan kamera menjauhi subjek
Tilt Up : Pergerakan kamera ke atas terhadap subjek
Tilt Down : Pergerakan kamera ke atas terhadap subjek

Referensi :
http://okihelfiska.wordpress.com/2008/09/08/tipe-tipe-shot-pada-kamera
Bahan Perkuliahan Teknik Kamera Televisi, Joni Arman Hamid
http://blog.smkn4-mlg.sch.id/smmart/2010/11/18/type-of-shot-lebih-panjang%E2%80%A6/

 

FERNANDO TORRES GOAL

Analisa Pertandingan :

Pada pertandingan kali ini, Liverpool sukses menaklukkan Sunderland dengan skor 1-0 melalui gol Fernando Torres yang di cetak dengan tendangan melengkung ala Liga Inggris. Sunderland memiliki pertahanan yang cukup bagus, maka dari itu pemain-pemain Liverpool cukup kesulitan menembus pertahanan Sunderland. Namun dengan kecerdekan seorang Fernando Torres dan juga berkat instingnya mencetak gol, akhirnya Liverpool bis amenang walau hanya dengan skor tipis.

Type Shot :

  • Extra Long Shot: digunakan untuk mengambil gambar yang sangat jauh, panjang, luas, dan berdimensi lebar. Shot ini diambil dari area yang sangat luas sehingga dapat memberikan informasi tentang atmosfir dan lingkungan tempat kejadian.  Subjek terlihat sangat kecil pada frame sehingga benar-benar tidak dapat dikenali. Ukuran figure lebih kecil dari satu per enam dari ketinggian frame.  Meskipun demikan, gambar masih dapat menginformasikan bahwa subjek adalah manusia walaupun tidak dapat dibedakan antara pria dan wanita. Shot ini  juga dikenal sebagai wide angle atau wide shot.  Karena mayoritas frame berisi pengenalan scene daripada seorang manusia, maka shot ini kadang dikenal sebagai geography shot.  Lewat shot ini dapat menghasilkan komposisi gambar indah dari sebuah panorama.
  • Long Shot: jika mengambil objek manusia, Long Shot adalah gambar seutuhnya, mulai dari ujung rambut hingga ujung sepatu. Posisi subjek bisa bervariasi (tiga per empat profil, profil, atau mengarah pada kamera). Gerakan kepala dapat dilihat dengan jelas sehingga mata dapat teridentifikasi tetapi kalau figur hanya satu. Jika dalam shot terdapat dua atau lebih figur, maka garis mata diantara mereka menjadi kabur. Long Shot sering digunakan untuk memperlihatkan gerakan manusia, seperti subjek yang sedang berjalan, berlari, atau menggerakkan tangan. Long Shot jarang digunakan sebagai shot pembuka, kecuali kalau lingkungan yang digambatkan sudah dikenal dengan baik oleh penonton. Long Shot dikenal sebagai Landscape Format yang mengantarkan mata penonton kepada keluasan suatu suasana dan objek.
  • Medium Shot: pada objek yang sama, dengan melakukan zoom in pada gambar berukuran Medium Long Shot, maka shot size berubah menjadi Medium Shot. Posisi subjek pada Medium Shot mengarah pada kamera. Medium Shot dikenal sebagai Potrait Format atau posisi pas foto karena memperlihatkan subjek orang dari tangan sampai ke atas kepala. Ukuran shot ini   bahkan dapat memperlihatkan pergerakan mata dengan jelas. Karena itu, perhatian lebih ditekankan pada figure daripada background. Medium Shot biasanya digunakan sebagai komposisi gambar terbaik untuk syuting wawancara karena  penonton dapat melihat dengan jelas ekspresi dan emosi dari orang yang diwawancara.
  • Medium Close Up: Posisi subjek pada Medium Close Up mengarah ke kamera dengan mengutamakan ekspresi wajah.  Garis mata subjek terlihat jelas bahkan apabila terdapat kecacatan pada kulit, dapat terlihat.  Begitu juga jika subjek menggerakan wajah, maka akan terlihat jelas, seperti kalau subjek menggerak-gerakkan matanya. Pada Medium Close Up masih terdapat sisa tempat untuk memperlihatkan akvtivitas lain atau sebagian aktivitas terlihat pada background.  Ada problem utama yang berhubungan dengan mata subjek, yaitu mata akan tampak flat dan tidak hidup jika tidak dibantu oleh pencahayaan tambahan atau reflector.  Medium Close Up sangat umum digunakan pada berbagai produksi untuk menceritakan kepada penonton tentang berbagai hal mengenai subjek.  Satu catatan khusus, objek gambar bisa diposisikan dari berbagai sudut kamera.

Pergerakan Kamera :
Pain Right : Pergerakan kamera ke kanan terhadap subjek
Pain Left : Pergerakan kamera ke kiri terhadap subjek
Zoom In : Pergerakan kamera mendekati subjek
Zoom Out : Pergerakan kamera menjauhi subjek
Tilt Up : Pergerakan kamera ke atas terhadap subjek
Tilt Down : Pergerakan kamera ke atas terhadap subjek

Referensi :

http://okihelfiska.wordpress.com/2008/09/08/tipe-tipe-shot-pada-kamera

Bahan Perkuliahan Teknik Kamera Televisi, Joni Arman Hamid

http://blog.smkn4-mlg.sch.id/smmart/2010/11/18/type-of-shot-lebih-panjang%E2%80%A6/

 

SLAUGHTER BESIKTAS WITH SCORE 8-0

Analisa Pertandingan :

Pada pertandingan kali ini, Liverpool berhasil menaklukkan Besiktas dengan skor 8-0. Terlihat perjungan Liverpool untuk memenangi pertandingan kali ini. Usaha Gerrard dan kawan-kawan membuahkan hasil, mereka manuai hasil maksimal dengan memcukur Aston Villa8-0 tanpa balas di depan Liverpudlian (nama untuk supporter tim Liverpool).

Ini merupakan pertandingan Liverpool dengan skor kemenangan terbesar karena memenangkan pertandingan dengan skor 8-0. Tim tamu yang berasal dari Turki, pulang dengan tertunduk lesu setelah timnya dibantai dengan skor 8-0 di Stadion Anfield.

Type shot :

  • Extra Long Shot: digunakan untuk mengambil gambar yang sangat jauh, panjang, luas, dan berdimensi lebar. Shot ini diambil dari area yang sangat luas sehingga dapat memberikan informasi tentang atmosfir dan lingkungan tempat kejadian.  Subjek terlihat sangat kecil pada frame sehingga benar-benar tidak dapat dikenali. Ukuran figure lebih kecil dari satu per enam dari ketinggian frame.  Meskipun demikan, gambar masih dapat menginformasikan bahwa subjek adalah manusia walaupun tidak dapat dibedakan antara pria dan wanita. Shot ini  juga dikenal sebagai wide angle atau wide shot.  Karena mayoritas frame berisi pengenalan scene daripada seorang manusia, maka shot ini kadang dikenal sebagai geography shot.  Lewat shot ini dapat menghasilkan komposisi gambar indah dari sebuah panorama.
  • Long Shot: jika mengambil objek manusia, Long Shot adalah gambar seutuhnya, mulai dari ujung rambut hingga ujung sepatu. Posisi subjek bisa bervariasi (tiga per empat profil, profil, atau mengarah pada kamera). Gerakan kepala dapat dilihat dengan jelas sehingga mata dapat teridentifikasi tetapi kalau figur hanya satu. Jika dalam shot terdapat dua atau lebih figur, maka garis mata diantara mereka menjadi kabur. Long Shot sering digunakan untuk memperlihatkan gerakan manusia, seperti subjek yang sedang berjalan, berlari, atau menggerakkan tangan. Long Shot jarang digunakan sebagai shot pembuka, kecuali kalau lingkungan yang digambatkan sudah dikenal dengan baik oleh penonton. Long Shot dikenal sebagai Landscape Format yang mengantarkan mata penonton kepada keluasan suatu suasana dan objek.
  • Medium Shot: pada objek yang sama, dengan melakukan zoom in pada gambar berukuran Medium Long Shot, maka shot size berubah menjadi Medium Shot. Posisi subjek pada Medium Shot mengarah pada kamera. Medium Shot dikenal sebagai Potrait Format atau posisi pas foto karena memperlihatkan subjek orang dari tangan sampai ke atas kepala. Ukuran shot ini   bahkan dapat memperlihatkan pergerakan mata dengan jelas. Karena itu, perhatian lebih ditekankan pada figure daripada background. Medium Shot biasanya digunakan sebagai komposisi gambar terbaik untuk syuting wawancara karena  penonton dapat melihat dengan jelas ekspresi dan emosi dari orang yang diwawancara.
  • Medium Close Up: Posisi subjek pada Medium Close Up mengarah ke kamera dengan mengutamakan ekspresi wajah.  Garis mata subjek terlihat jelas bahkan apabila terdapat kecacatan pada kulit, dapat terlihat.  Begitu juga jika subjek menggerakan wajah, maka akan terlihat jelas, seperti kalau subjek menggerak-gerakkan matanya. Pada Medium Close Up masih terdapat sisa tempat untuk memperlihatkan akvtivitas lain atau sebagian aktivitas terlihat pada background.  Ada problem utama yang berhubungan dengan mata subjek, yaitu mata akan tampak flat dan tidak hidup jika tidak dibantu oleh pencahayaan tambahan atau reflector.  Medium Close Up sangat umum digunakan pada berbagai produksi untuk menceritakan kepada penonton tentang berbagai hal mengenai subjek.  Satu catatan khusus, objek gambar bisa diposisikan dari berbagai sudut kamera.

Pergerakan Kamera :
Pain Right : Pergerakan kamera ke kanan terhadap subjek
Pain Left : Pergerakan kamera ke kiri terhadap subjek
Zoom In : Pergerakan kamera mendekati subjek
Zoom Out : Pergerakan kamera menjauhi subjek
Tilt Up : Pergerakan kamera ke atas terhadap subjek
Tilt Down : Pergerakan kamera ke atas terhadap subjek

Referensi :
http://okihelfiska.wordpress.com/2008/09/08/tipe-tipe-shot-pada-kamera
Bahan Perkuliahan Teknik Kamera Televisi, Joni Arman Hamid
http://blog.smkn4-mlg.sch.id/smmart/2010/11/18/type-of-shot-lebih-panjang%E2%80%A6/

LIVERPOOL VS CHELSEA

•28 March 2011 • Leave a Comment

THE REDS GIVE UP IN ANLFIELD STADIUM

Analisa Pertandingan :

Pada pertandingan kali ini, The Reds (julukan Liverpool) menyerah dari tim tamu Chelsea di Alfield Stadium. Si Biru (julukan Chelsea) berhasil unggul terlebih dahulu melalui Didier Drogba. Drogba berhasil mengelabui pemain belakang Liverpool dan berhasil melewati hadangan penjaga gawang Liverpool. Dengan mudah, Didier Drogba berhasil menceploskan bola ke gawang Liverpool dan kedudukan pun berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan tim tuan tamu, Chelsea.

Tak lama berselang, melalui umpan silang. Frank Lampard berhasil mengkonversi menjadi sebuah gol yang merubah kedudukan menjadi 2-0 untuk keunggulan Chelsea. Berkali-kali tim tuan rumah mencoba untuk melakukan serangan, namun gagal akibat solidnya pertahanan Chelsea yang dikawal oleh John Terry dan Alex. Hingga akhir kedudukan tak berubah tetap 0-2 untuk keunggulan tim tamu, Chelsea. Liverpool pun takluk dikandang sendiri.

Type Shot :

  • Long Shot: jika mengambil objek manusia, Long Shot adalah gambar seutuhnya, mulai dari ujung rambut hingga ujung sepatu. Posisi subjek bisa bervariasi (tiga per empat profil, profil, atau mengarah pada kamera). Gerakan kepala dapat dilihat dengan jelas sehingga mata dapat teridentifikasi tetapi kalau figur hanya satu. Jika dalam shot terdapat dua atau lebih figur, maka garis mata diantara mereka menjadi kabur. Long Shot sering digunakan untuk memperlihatkan gerakan manusia, seperti subjek yang sedang berjalan, berlari, atau menggerakkan tangan. Long Shot jarang digunakan sebagai shot pembuka, kecuali kalau lingkungan yang digambatkan sudah dikenal dengan baik oleh penonton. Long Shot dikenal sebagai Landscape Format yang mengantarkan mata penonton kepada keluasan suatu suasana dan objek.
  • Very Long Shot: dibuat apabila penonton memerlukan visualisasi untuk menggambarkan adegan kolosal atau banyak objek. Untuk subjek manusia, tinggi subjek sekitar satu per tiga dari ketinggian frame. Subjek mulai dikenali pakaian dan jenis kelaminnya. Aktivitas subjek mulai terlihat walaupun tidak terlihat jelas.Mayoritas frame masih berisi geografi dan lingkungan sekitar sehingga dalam produksi film, VLS ini biasanya berupa gambar-gambar cantik dan indah. Very Long Shot bisa digunakan sebagai opening sequence yang dibutuhkan untuk pengenalan figur dan pergerakannya walaupun tidak secara detil. Masalah utama pada ukuran shot ini adalah kesulitan dalam mengikuti pergerakan subjek, baik ke kiri atau ke kanan. Ini terjadi karena ukuran kepala yang terlihat cukup kecil sehingga garis mata tidak terlihat. Akibatnya arah pergerakan lebih mudah dideteksi lewat gerakan tubuh.
  • Cut Away : Teknik yang mengambil pergerakan dan reaksi dari sekitar subjek.
  • Medium Shot: Pada objek yang sama, dengan melakukan zoom in pada gambar berukuran Medium Long Shot, maka shot size berubah menjadi Medium Shot. Posisi subjek pada Medium Shot mengarah pada kamera. Medium Shot dikenal sebagai Potrait Format atau posisi pas foto karena memperlihatkan subjek orang dari tangan sampai ke atas kepala. Ukuran shot ini bahkan dapat memperlihatkan pergerakan mata dengan jelas. Karena itu, perhatian lebih ditekankan pada figure daripada background. Medium Shot biasanya digunakan sebagai komposisi gambar terbaik untuk syuting wawancara karena penonton dapat melihat dengan jelas ekspresi dan emosi dari orang yang diwawancara.
  • Medium Close Up: posisi subjek pada Medium Close Up mengarah ke kamera dengan mengutamakan ekspresi wajah. Garis mata subjek terlihat jelas bahkan apabila terdapat kecacatan pada kulit, dapat terlihat. Begitu juga jika subjek menggerakan wajah, maka akan terlihat jelas, seperti kalau subjek menggerak-gerakkan matanya. Pada Medium Close Up masih terdapat sisa tempat untuk memperlihatkan akvtivitas lain atau sebagian aktivitas terlihat pada background. Ada problem utama yang berhubungan dengan mata subjek, yaitu mata akan tampak flat dan tidak hidup jika tidak dibantu oleh pencahayaan tambahan atau reflector. Medium Close Up sangat umum digunakan pada berbagai produksi untuk menceritakan kepada penonton tentang berbagai hal mengenai subjek. Satu catatan khusus, objek gambar bisa diposisikan dari berbagai sudut kamera..

Pergerakan Kamera :
Pain Right : Pergerakan kamera ke kanan terhadap subjek
Pain Left : Pergerakan kamera ke kiri terhadap subjek
Zoom In : Pergerakan kamera mendekati subjek
Zoom Out : Pergerakan kamera menjauhi subjek
Tilt Up : Pergerakan kamera ke atas terhadap subjek
Tilt Down : Pergerakan kamera ke atas terhadap subjek

Referensi :

http://okihelfiska.wordpress.com/2008/09/08/tipe-tipe-shot-pada-kamera

Bahan Perkuliahan Teknik Kamera Televisi, Joni Arman Hamid

http://blog.smkn4-mlg.sch.id/smmart/2010/11/18/type-of-shot-lebih-panjang%E2%80%A6/

 

RAUL MEIRELES GOAL

Analisa Pertandingan :

Liverpool kembali melawan rival utamanya yaitu Chelsea. Pada pertandingan kali ini, bomber liverpool yaitu Fernando Torres telah bermain untuk Chelsea. Sungguh ironi, mengingat Fernando Torres adalah ujung tombak dari tim Liverpool.

Namun, tanpa Fernando Torres.. pemain-pemain Liverpool masih tetap bersemangat untuk menghadapi Chelsea. Permainan Liverpool makin solid. Kerjasama antar Lini makin berjalan dengan Baik. Hal itu terbukti deng terciptanya gol oleh pemain tengah yaitu Raul Meirreles yang membuat Chelsea kalh dihadapan publiknya sendiri.

Type Shot :

  • Extra Long Shot: digunakan untuk mengambil gambar yang sangat jauh, panjang, luas, dan berdimensi lebar. Shot ini diambil dari area yang sangat luas sehingga dapat memberikan informasi tentang atmosfir dan lingkungan tempat kejadian.  Subjek terlihat sangat kecil pada frame sehingga benar-benar tidak dapat dikenali. Ukuran figure lebih kecil dari satu per enam dari ketinggian frame.  Meskipun demikan, gambar masih dapat menginformasikan bahwa subjek adalah manusia walaupun tidak dapat dibedakan antara pria dan wanita. Shot ini  juga dikenal sebagai wide angle atau wide shot.  Karena mayoritas frame berisi pengenalan scene daripada seorang manusia, maka shot ini kadang dikenal sebagai geography shot.  Lewat shot ini dapat menghasilkan komposisi gambar indah dari sebuah panorama.
  • Long Shot: jika mengambil objek manusia, Long Shot adalah gambar seutuhnya, mulai dari ujung rambut hingga ujung sepatu. Posisi subjek bisa bervariasi (tiga per empat profil, profil, atau mengarah pada kamera). Gerakan kepala dapat dilihat dengan jelas sehingga mata dapat teridentifikasi tetapi kalau figur hanya satu. Jika dalam shot terdapat dua atau lebih figur, maka garis mata diantara mereka menjadi kabur. Long Shot sering digunakan untuk memperlihatkan gerakan manusia, seperti subjek yang sedang berjalan, berlari, atau menggerakkan tangan. Long Shot jarang digunakan sebagai shot pembuka, kecuali kalau lingkungan yang digambatkan sudah dikenal dengan baik oleh penonton. Long Shot dikenal sebagai Landscape Format yang mengantarkan mata penonton kepada keluasan suatu suasana dan objek.
  • Cut Away : Teknik yang mengambil pergerakan dan reaksi dari sekitar subjek.
  • Medium Shot: pada objek yang sama, dengan melakukan zoom in pada gambar berukuran Medium Long Shot, maka shot size berubah menjadi Medium Shot. Posisi subjek pada Medium Shot mengarah pada kamera. Medium Shot dikenal sebagai Potrait Format atau posisi pas foto karena memperlihatkan subjek orang dari tangan sampai ke atas kepala. Ukuran shot ini   bahkan dapat memperlihatkan pergerakan mata dengan jelas. Karena itu, perhatian lebih ditekankan pada figure daripada background. Medium Shot biasanya digunakan sebagai komposisi gambar terbaik untuk syuting wawancara karena  penonton dapat melihat dengan jelas ekspresi dan emosi dari orang yang diwawancara.
  • Medium Close Up: Posisi subjek pada Medium Close Up mengarah ke kamera dengan mengutamakan ekspresi wajah.  Garis mata subjek terlihat jelas bahkan apabila terdapat kecacatan pada kulit, dapat terlihat.  Begitu juga jika subjek menggerakan wajah, maka akan terlihat jelas, seperti kalau subjek menggerak-gerakkan matanya. Pada Medium Close Up masih terdapat sisa tempat untuk memperlihatkan akvtivitas lain atau sebagian aktivitas terlihat pada background.  Ada problem utama yang berhubungan dengan mata subjek, yaitu mata akan tampak flat dan tidak hidup jika tidak dibantu oleh pencahayaan tambahan atau reflector.  Medium Close Up sangat umum digunakan pada berbagai produksi untuk menceritakan kepada penonton tentang berbagai hal mengenai subjek.  Satu catatan khusus, objek gambar bisa diposisikan dari berbagai sudut kamera.

Pergerakan Kamera :
Pain Right : Pergerakan kamera ke kanan terhadap subjek
Pain Left : Pergerakan kamera ke kiri terhadap subjek
Zoom In : Pergerakan kamera mendekati subjek
Zoom Out : Pergerakan kamera menjauhi subjek
Tilt Up : Pergerakan kamera ke atas terhadap subjek
Tilt Down : Pergerakan kamera ke atas terhadap subjek

Referensi :

http://okihelfiska.wordpress.com/2008/09/08/tipe-tipe-shot-pada-kamera

Bahan Perkuliahan Teknik Kamera Televisi, Joni Arman Hamid

http://blog.smkn4-mlg.sch.id/smmart/2010/11/18/type-of-shot-lebih-panjang%E2%80%A6/

 

CHELSEA vs LIVERPOOL (2002-2003)

Analisa Pertandingan :

Big Match, inilah kalimat yang pantas menggambarkan pertandingan ini. Liverpool, tim dengan materi pemain yang memiliki skil dan teknik tinggi. Sedangkan Chelsea, tim dengan materi pemain bekelas dunia dan syarat pengalaman di internasional. Namun, mereka harus beradu skill, tekhnik dan kemampuan untuk mengolah bola pada pertandingan ini demi gengsi dan nama besar tim. Pada pertandingan kali ini, tim Liverpool bertindak sebagai tuan rumah. Menjamu tim sekelas Chelsea bukanlah hal yang biasa, karena nama baik tim diperjuangkan.

Pertandingan kali ini harus dilanjutkan dengan adu pinalti untuk mencari 1 pemenang dari 2 tim ini. Pada adu pinalti kali ini, Liverpool berhasil memenangkan pertandingan. Dengan memenangkan pertandingan ini, Liverpool berhasil melanjutkan ke fase selanjutnya.

Type Shot :

  • Extra Long Shot: digunakan untuk mengambil gambar yang sangat jauh, panjang, luas, dan berdimensi lebar. Shot ini diambil dari area yang sangat luas sehingga dapat memberikan informasi tentang atmosfir dan lingkungan tempat kejadian.  Subjek terlihat sangat kecil pada frame sehingga benar-benar tidak dapat dikenali. Ukuran figure lebih kecil dari satu per enam dari ketinggian frame.  Meskipun demikan, gambar masih dapat menginformasikan bahwa subjek adalah manusia walaupun tidak dapat dibedakan antara pria dan wanita. Shot ini  juga dikenal sebagai wide angle atau wide shot.  Karena mayoritas frame berisi pengenalan scene daripada seorang manusia, maka shot ini kadang dikenal sebagai geography shot.  Lewat shot ini dapat menghasilkan komposisi gambar indah dari sebuah panorama.
  • Long Shot: jika mengambil objek manusia, Long Shot adalah gambar seutuhnya, mulai dari ujung rambut hingga ujung sepatu. Posisi subjek bisa bervariasi (tiga per empat profil, profil, atau mengarah pada kamera). Gerakan kepala dapat dilihat dengan jelas sehingga mata dapat teridentifikasi tetapi kalau figur hanya satu. Jika dalam shot terdapat dua atau lebih figur, maka garis mata diantara mereka menjadi kabur. Long Shot sering digunakan untuk memperlihatkan gerakan manusia, seperti subjek yang sedang berjalan, berlari, atau menggerakkan tangan. Long Shot jarang digunakan sebagai shot pembuka, kecuali kalau lingkungan yang digambatkan sudah dikenal dengan baik oleh penonton. Long Shot dikenal sebagai Landscape Format yang mengantarkan mata penonton kepada keluasan suatu suasana dan objek.
  • Cut Away : Teknik yang mengambil pergerakan dan reaksi dari sekitar subjek.
  • Medium Shot: pada objek yang sama, dengan melakukan zoom in pada gambar berukuran Medium Long Shot, maka shot size berubah menjadi Medium Shot. Posisi subjek pada Medium Shot mengarah pada kamera. Medium Shot dikenal sebagai Potrait Format atau posisi pas foto karena memperlihatkan subjek orang dari tangan sampai ke atas kepala. Ukuran shot ini   bahkan dapat memperlihatkan pergerakan mata dengan jelas. Karena itu, perhatian lebih ditekankan pada figure daripada background. Medium Shot biasanya digunakan sebagai komposisi gambar terbaik untuk syuting wawancara karena  penonton dapat melihat dengan jelas ekspresi dan emosi dari orang yang diwawancara.
  • Medium Close Up: Posisi subjek pada Medium Close Up mengarah ke kamera dengan mengutamakan ekspresi wajah.  Garis mata subjek terlihat jelas bahkan apabila terdapat kecacatan pada kulit, dapat terlihat.  Begitu juga jika subjek menggerakan wajah, maka akan terlihat jelas, seperti kalau subjek menggerak-gerakkan matanya. Pada Medium Close Up masih terdapat sisa tempat untuk memperlihatkan akvtivitas lain atau sebagian aktivitas terlihat pada background.  Ada problem utama yang berhubungan dengan mata subjek, yaitu mata akan tampak flat dan tidak hidup jika tidak dibantu oleh pencahayaan tambahan atau reflector.  Medium Close Up sangat umum digunakan pada berbagai produksi untuk menceritakan kepada penonton tentang berbagai hal mengenai subjek.  Satu catatan khusus, objek gambar bisa diposisikan dari berbagai sudut kamera.

Pergerakan Kamera :
Pain Right : Pergerakan kamera ke kanan terhadap subjek
Pain Left : Pergerakan kamera ke kiri terhadap subjek
Zoom In : Pergerakan kamera mendekati subjek
Zoom Out : Pergerakan kamera menjauhi subjek
Tilt Up : Pergerakan kamera ke atas terhadap subjek
Tilt Down : Pergerakan kamera ke atas terhadap subjek

Referensi :

http://okihelfiska.wordpress.com/2008/09/08/tipe-tipe-shot-pada-kamera

Bahan Perkuliahan Teknik Kamera Televisi, Joni Arman Hamid

http://blog.smkn4-mlg.sch.id/smmart/2010/11/18/type-of-shot-lebih-panjang%E2%80%A6/

 

CHELSEA CONQUER WITH A SCORE OF 2-0

Analisa Pertandingan :

Big Match, inilah kalimat yang pantas menggambarkan pertandingan ini. Liverpool, tim dengan materi pemain yang memiliki skil dan teknik tinggi. Sedangkan Cheslsea, tim dengan materi pemain bekelas dunia dan syarat pengalaman di internasional. Namun, mereka harus beradu skill, tekhnik dan kemampuan untuk mengolah bola pada pertandingan ini demi gengsi dan nama besar tim. Pada pertandingan kali ini, tim Liverpool bertindak sebagai tuan rumah. Menjamu tim sekelas Chelsea bukanlah hal yang biasa, karena nama baik tim diperjuangkan.

Bertindak sebagai tuan rumah, membuat Liverpool lebih banyak melakukan serangan. Pada babak pertama, permainan Liverpool cukup apik. Melalui Fernando Torres, Liverpool berhasil unggul. Meneruskan umpan Dirk kuyt, Fernando Torres mampu melewati hadangan pemain belakang Chelsea, John Terry sebelum menaklukkan penjaga gawang Chelsea yang di kawal oleh Peter Cech. Kedudukan pun berubah, 1-0 untuk keunggulan tim Liverpool.

Memasuki babak kedua, Liverpool melakukan serangan balik. Raul Meirelles yang menggiring bola, memberikan umpan ke Fernando Torres yang berdiri bebas. Dengan sedikit kontrol, Fernando Torres langsung melesakkan bola ke gawang Peter Cech. Dengan indah, bola itu pun masuk ke gawang. Peter Cech pun hanya terdiam melihat bola itu merobek gawangnya. Kedudukan pun berubah menjadi 2-0 untuk keunggulan tim tuan rumah, Liverpool. Hingga peluit panjang dibunyikan, kedudukan tak berubah untuk keunggulan Liverpool. Liverpool pun menang dengn skor 2-0.

Type Shot :

  • Extra Long Shot: digunakan untuk mengambil gambar yang sangat jauh, panjang, luas, dan berdimensi lebar. Shot ini diambil dari area yang sangat luas sehingga dapat memberikan informasi tentang atmosfir dan lingkungan tempat kejadian.  Subjek terlihat sangat kecil pada frame sehingga benar-benar tidak dapat dikenali. Ukuran figure lebih kecil dari satu per enam dari ketinggian frame.  Meskipun demikan, gambar masih dapat menginformasikan bahwa subjek adalah manusia walaupun tidak dapat dibedakan antara pria dan wanita. Shot ini  juga dikenal sebagai wide angle atau wide shot.  Karena mayoritas frame berisi pengenalan scene daripada seorang manusia, maka shot ini kadang dikenal sebagai geography shot.  Lewat shot ini dapat menghasilkan komposisi gambar indah dari sebuah panorama.
  • Long Shot: jika mengambil objek manusia, Long Shot adalah gambar seutuhnya, mulai dari ujung rambut hingga ujung sepatu. Posisi subjek bisa bervariasi (tiga per empat profil, profil, atau mengarah pada kamera). Gerakan kepala dapat dilihat dengan jelas sehingga mata dapat teridentifikasi tetapi kalau figur hanya satu. Jika dalam shot terdapat dua atau lebih figur, maka garis mata diantara mereka menjadi kabur. Long Shot sering digunakan untuk memperlihatkan gerakan manusia, seperti subjek yang sedang berjalan, berlari, atau menggerakkan tangan. Long Shot jarang digunakan sebagai shot pembuka, kecuali kalau lingkungan yang digambatkan sudah dikenal dengan baik oleh penonton. Long Shot dikenal sebagai Landscape Format yang mengantarkan mata penonton kepada keluasan suatu suasana dan objek.
  • Cut Away : Teknik yang mengambil pergerakan dan reaksi dari sekitar subjek.
  • Medium Shot: pada objek yang sama, dengan melakukan zoom in pada gambar berukuran Medium Long Shot, maka shot size berubah menjadi Medium Shot. Posisi subjek pada Medium Shot mengarah pada kamera. Medium Shot dikenal sebagai Potrait Format atau posisi pas foto karena memperlihatkan subjek orang dari tangan sampai ke atas kepala. Ukuran shot ini   bahkan dapat memperlihatkan pergerakan mata dengan jelas. Karena itu, perhatian lebih ditekankan pada figure daripada background. Medium Shot biasanya digunakan sebagai komposisi gambar terbaik untuk syuting wawancara karena  penonton dapat melihat dengan jelas ekspresi dan emosi dari orang yang diwawancara.
  • Medium Close Up: Posisi subjek pada Medium Close Up mengarah ke kamera dengan mengutamakan ekspresi wajah.  Garis mata subjek terlihat jelas bahkan apabila terdapat kecacatan pada kulit, dapat terlihat.  Begitu juga jika subjek menggerakan wajah, maka akan terlihat jelas, seperti kalau subjek menggerak-gerakkan matanya. Pada Medium Close Up masih terdapat sisa tempat untuk memperlihatkan akvtivitas lain atau sebagian aktivitas terlihat pada background.  Ada problem utama yang berhubungan dengan mata subjek, yaitu mata akan tampak flat dan tidak hidup jika tidak dibantu oleh pencahayaan tambahan atau reflector.  Medium Close Up sangat umum digunakan pada berbagai produksi untuk menceritakan kepada penonton tentang berbagai hal mengenai subjek.  Satu catatan khusus, objek gambar bisa diposisikan dari berbagai sudut kamera.

Pergerakan Kamera :
Pain Right : Pergerakan kamera ke kanan terhadap subjek
Pain Left : Pergerakan kamera ke kiri terhadap subjek
Zoom In : Pergerakan kamera mendekati subjek
Zoom Out : Pergerakan kamera menjauhi subjek
Tilt Up : Pergerakan kamera ke atas terhadap subjek
Tilt Down : Pergerakan kamera ke atas terhadap subjek

Referensi :

http://okihelfiska.wordpress.com/2008/09/08/tipe-tipe-shot-pada-kamera

Bahan Perkuliahan Teknik Kamera Televisi, Joni Arman Hamid

http://blog.smkn4-mlg.sch.id/smmart/2010/11/18/type-of-shot-lebih-panjang%E2%80%A6/

 

DROGBA’S GOL DECIDED TO STEP LIVERPOOL

Analisa Pertandingan :

Pada pertandingan kali ini Liverpool bertandang ke kandang Chelsea dan hasilnya Liverpool kalah dengan skor 1-3. Chelsea lebih dulu ungul pada babak petama, sebelum Fernando Torres menyamakan kedudukan pada akhir-akhir babak pertama. Namun pada akhir-akhir pertandingan, Chelsea berhasil menambah 2 angka dan membuat Liverpool kalah.

Type Shot :

  • Extra Long Shot: digunakan untuk mengambil gambar yang sangat jauh, panjang, luas, dan berdimensi lebar. Shot ini diambil dari area yang sangat luas sehingga dapat memberikan informasi tentang atmosfir dan lingkungan tempat kejadian.  Subjek terlihat sangat kecil pada frame sehingga benar-benar tidak dapat dikenali. Ukuran figure lebih kecil dari satu per enam dari ketinggian frame.  Meskipun demikan, gambar masih dapat menginformasikan bahwa subjek adalah manusia walaupun tidak dapat dibedakan antara pria dan wanita. Shot ini  juga dikenal sebagai wide angle atau wide shot.  Karena mayoritas frame berisi pengenalan scene daripada seorang manusia, maka shot ini kadang dikenal sebagai geography shot.  Lewat shot ini dapat menghasilkan komposisi gambar indah dari sebuah panorama.
  • Long Shot: jika mengambil objek manusia, Long Shot adalah gambar seutuhnya, mulai dari ujung rambut hingga ujung sepatu. Posisi subjek bisa bervariasi (tiga per empat profil, profil, atau mengarah pada kamera). Gerakan kepala dapat dilihat dengan jelas sehingga mata dapat teridentifikasi tetapi kalau figur hanya satu. Jika dalam shot terdapat dua atau lebih figur, maka garis mata diantara mereka menjadi kabur. Long Shot sering digunakan untuk memperlihatkan gerakan manusia, seperti subjek yang sedang berjalan, berlari, atau menggerakkan tangan. Long Shot jarang digunakan sebagai shot pembuka, kecuali kalau lingkungan yang digambatkan sudah dikenal dengan baik oleh penonton. Long Shot dikenal sebagai Landscape Format yang mengantarkan mata penonton kepada keluasan suatu suasana dan objek.
  • Cut Away : Teknik yang mengambil pergerakan dan reaksi dari sekitar subjek.
  • Medium Shot: pada objek yang sama, dengan melakukan zoom in pada gambar berukuran Medium Long Shot, maka shot size berubah menjadi Medium Shot. Posisi subjek pada Medium Shot mengarah pada kamera. Medium Shot dikenal sebagai Potrait Format atau posisi pas foto karena memperlihatkan subjek orang dari tangan sampai ke atas kepala. Ukuran shot ini   bahkan dapat memperlihatkan pergerakan mata dengan jelas. Karena itu, perhatian lebih ditekankan pada figure daripada background. Medium Shot biasanya digunakan sebagai komposisi gambar terbaik untuk syuting wawancara karena  penonton dapat melihat dengan jelas ekspresi dan emosi dari orang yang diwawancara.
  • Medium Close Up: Posisi subjek pada Medium Close Up mengarah ke kamera dengan mengutamakan ekspresi wajah.  Garis mata subjek terlihat jelas bahkan apabila terdapat kecacatan pada kulit, dapat terlihat.  Begitu juga jika subjek menggerakan wajah, maka akan terlihat jelas, seperti kalau subjek menggerak-gerakkan matanya. Pada Medium Close Up masih terdapat sisa tempat untuk memperlihatkan akvtivitas lain atau sebagian aktivitas terlihat pada background.  Ada problem utama yang berhubungan dengan mata subjek, yaitu mata akan tampak flat dan tidak hidup jika tidak dibantu oleh pencahayaan tambahan atau reflector.  Medium Close Up sangat umum digunakan pada berbagai produksi untuk menceritakan kepada penonton tentang berbagai hal mengenai subjek.  Satu catatan khusus, objek gambar bisa diposisikan dari berbagai sudut kamera.

Pergerakan Kamera :
Pain Right : Pergerakan kamera ke kanan terhadap subjek
Pain Left : Pergerakan kamera ke kiri terhadap subjek
Zoom In : Pergerakan kamera mendekati subjek
Zoom Out : Pergerakan kamera menjauhi subjek
Tilt Up : Pergerakan kamera ke atas terhadap subjek
Tilt Down : Pergerakan kamera ke atas terhadap subjek

Referensi :

http://okihelfiska.wordpress.com/2008/09/08/tipe-tipe-shot-pada-kamera

Bahan Perkuliahan Teknik Kamera Televisi, Joni Arman Hamid

http://blog.smkn4-mlg.sch.id/smmart/2010/11/18/type-of-shot-lebih-panjang%E2%80%A6/

 

PLAYING DRAW WITH THE SCORE 4-4

Analisa Pertandingan :

Pada pertandingan ini, Liverpool kedatangan tamu yang berasal dari London Utara. Liverpool bertindak sebagai tuan rumah. Menghadapi Chelsea, Liverpool bermain agresif. Itu dikarenakan Chelsea adalah rival utama Liverpool. Setiap pertemuan mereka saling mengalahkan, baik itu bermain kandang maupun tandang. Pertandingan selalu berjalan menarik dengan aksi-aksi dan skill menggiring bola yang baik.

Pertandingan kali ini terjadi pada tahun 2007. Liverpool dan Chelsea bermain imbang karena mereka sama-sama bermain bagus. Gonta-ganti serangan pun kerap terjadi, hingga 8 gol tercipta pada pertandingan tersebut. Pertandingan ini adalah pertandingan yang paling menarik sepanjang pertemuan kedua tim ini.

Type Shot :

  • Extra Long Shot: digunakan untuk mengambil gambar yang sangat jauh, panjang, luas, dan berdimensi lebar. Shot ini diambil dari area yang sangat luas sehingga dapat memberikan informasi tentang atmosfir dan lingkungan tempat kejadian.  Subjek terlihat sangat kecil pada frame sehingga benar-benar tidak dapat dikenali. Ukuran figure lebih kecil dari satu per enam dari ketinggian frame.  Meskipun demikan, gambar masih dapat menginformasikan bahwa subjek adalah manusia walaupun tidak dapat dibedakan antara pria dan wanita. Shot ini  juga dikenal sebagai wide angle atau wide shot.  Karena mayoritas frame berisi pengenalan scene daripada seorang manusia, maka shot ini kadang dikenal sebagai geography shot.  Lewat shot ini dapat menghasilkan komposisi gambar indah dari sebuah panorama.
  • Long Shot: jika mengambil objek manusia, Long Shot adalah gambar seutuhnya, mulai dari ujung rambut hingga ujung sepatu. Posisi subjek bisa bervariasi (tiga per empat profil, profil, atau mengarah pada kamera). Gerakan kepala dapat dilihat dengan jelas sehingga mata dapat teridentifikasi tetapi kalau figur hanya satu. Jika dalam shot terdapat dua atau lebih figur, maka garis mata diantara mereka menjadi kabur. Long Shot sering digunakan untuk memperlihatkan gerakan manusia, seperti subjek yang sedang berjalan, berlari, atau menggerakkan tangan. Long Shot jarang digunakan sebagai shot pembuka, kecuali kalau lingkungan yang digambatkan sudah dikenal dengan baik oleh penonton. Long Shot dikenal sebagai Landscape Format yang mengantarkan mata penonton kepada keluasan suatu suasana dan objek.
  • Medium Shot: pada objek yang sama, dengan melakukan zoom in pada gambar berukuran Medium Long Shot, maka shot size berubah menjadi Medium Shot. Posisi subjek pada Medium Shot mengarah pada kamera. Medium Shot dikenal sebagai Potrait Format atau posisi pas foto karena memperlihatkan subjek orang dari tangan sampai ke atas kepala. Ukuran shot ini   bahkan dapat memperlihatkan pergerakan mata dengan jelas. Karena itu, perhatian lebih ditekankan pada figure daripada background. Medium Shot biasanya digunakan sebagai komposisi gambar terbaik untuk syuting wawancara karena  penonton dapat melihat dengan jelas ekspresi dan emosi dari orang yang diwawancara.
  • Medium Close Up: Posisi subjek pada Medium Close Up mengarah ke kamera dengan mengutamakan ekspresi wajah.  Garis mata subjek terlihat jelas bahkan apabila terdapat kecacatan pada kulit, dapat terlihat.  Begitu juga jika subjek menggerakan wajah, maka akan terlihat jelas, seperti kalau subjek menggerak-gerakkan matanya. Pada Medium Close Up masih terdapat sisa tempat untuk memperlihatkan akvtivitas lain atau sebagian aktivitas terlihat pada background.  Ada problem utama yang berhubungan dengan mata subjek, yaitu mata akan tampak flat dan tidak hidup jika tidak dibantu oleh pencahayaan tambahan atau reflector.  Medium Close Up sangat umum digunakan pada berbagai produksi untuk menceritakan kepada penonton tentang berbagai hal mengenai subjek.  Satu catatan khusus, objek gambar bisa diposisikan dari berbagai sudut kamera.

Pergerakan Kamera :
Pain Right : Pergerakan kamera ke kanan terhadap subjek
Pain Left : Pergerakan kamera ke kiri terhadap subjek
Zoom In : Pergerakan kamera mendekati subjek
Zoom Out : Pergerakan kamera menjauhi subjek
Tilt Up : Pergerakan kamera ke atas terhadap subjek
Tilt Down : Pergerakan kamera ke atas terhadap subjek

Referensi :
http://okihelfiska.wordpress.com/2008/09/08/tipe-tipe-shot-pada-kamera
Bahan Perkuliahan Teknik Kamera Televisi, Joni Arman Hamid
http://blog.smkn4-mlg.sch.id/smmart/2010/11/18/type-of-shot-lebih-panjang%E2%80%A6/

 

PENALTIES WITH CHELSEA

Analisa Pertandingan :

Big Match, inilah kalimat yang pantas menggambarkan pertandingan ini. Liverpool, tim dengan materi pemain yang memiliki skil dan teknik tinggi. Sedangkan Chelsea, tim dengan materi pemain bekelas dunia dan syarat pengalaman di internasional. Namun, mereka harus beradu skill, tekhnik dan kemampuan untuk mengolah bola pada pertandingan ini demi gengsi dan nama besar tim. Pada pertandingan kali ini, tim Liverpool bertindak sebagai tuan rumah. Menjamu tim sekelas Chelsea bukanlah hal yang biasa, karena nama baik tim diperjuangkan.

Pertandingan kali ini harus dilanjutkan dengan adu pinalti untuk mencari 1 pemenang dari 2 tim ini. Pada adu pinalti kali ini, Liverpool berhasil memenangkan pertandingan. Dengan memenangkan pertandingan ini, Liverpool berhasil melanjutkan ke fase selanjutnya.

Type Shot :

  • Extra Long Shot: digunakan untuk mengambil gambar yang sangat jauh, panjang, luas, dan berdimensi lebar. Shot ini diambil dari area yang sangat luas sehingga dapat memberikan informasi tentang atmosfir dan lingkungan tempat kejadian.  Subjek terlihat sangat kecil pada frame sehingga benar-benar tidak dapat dikenali. Ukuran figure lebih kecil dari satu per enam dari ketinggian frame.  Meskipun demikan, gambar masih dapat menginformasikan bahwa subjek adalah manusia walaupun tidak dapat dibedakan antara pria dan wanita. Shot ini  juga dikenal sebagai wide angle atau wide shot.  Karena mayoritas frame berisi pengenalan scene daripada seorang manusia, maka shot ini kadang dikenal sebagai geography shot.  Lewat shot ini dapat menghasilkan komposisi gambar indah dari sebuah panorama.
  • Long Shot: jika mengambil objek manusia, Long Shot adalah gambar seutuhnya, mulai dari ujung rambut hingga ujung sepatu. Posisi subjek bisa bervariasi (tiga per empat profil, profil, atau mengarah pada kamera). Gerakan kepala dapat dilihat dengan jelas sehingga mata dapat teridentifikasi tetapi kalau figur hanya satu. Jika dalam shot terdapat dua atau lebih figur, maka garis mata diantara mereka menjadi kabur. Long Shot sering digunakan untuk memperlihatkan gerakan manusia, seperti subjek yang sedang berjalan, berlari, atau menggerakkan tangan. Long Shot jarang digunakan sebagai shot pembuka, kecuali kalau lingkungan yang digambatkan sudah dikenal dengan baik oleh penonton. Long Shot dikenal sebagai Landscape Format yang mengantarkan mata penonton kepada keluasan suatu suasana dan objek.
  • Cut Away : Teknik yang mengambil pergerakan dan reaksi dari sekitar subjek.
  • Medium Shot: pada objek yang sama, dengan melakukan zoom in pada gambar berukuran Medium Long Shot, maka shot size berubah menjadi Medium Shot. Posisi subjek pada Medium Shot mengarah pada kamera. Medium Shot dikenal sebagai Potrait Format atau posisi pas foto karena memperlihatkan subjek orang dari tangan sampai ke atas kepala. Ukuran shot ini   bahkan dapat memperlihatkan pergerakan mata dengan jelas. Karena itu, perhatian lebih ditekankan pada figure daripada background. Medium Shot biasanya digunakan sebagai komposisi gambar terbaik untuk syuting wawancara karena  penonton dapat melihat dengan jelas ekspresi dan emosi dari orang yang diwawancara.
  • Medium Close Up: Posisi subjek pada Medium Close Up mengarah ke kamera dengan mengutamakan ekspresi wajah.  Garis mata subjek terlihat jelas bahkan apabila terdapat kecacatan pada kulit, dapat terlihat.  Begitu juga jika subjek menggerakan wajah, maka akan terlihat jelas, seperti kalau subjek menggerak-gerakkan matanya. Pada Medium Close Up masih terdapat sisa tempat untuk memperlihatkan akvtivitas lain atau sebagian aktivitas terlihat pada background.  Ada problem utama yang berhubungan dengan mata subjek, yaitu mata akan tampak flat dan tidak hidup jika tidak dibantu oleh pencahayaan tambahan atau reflector.  Medium Close Up sangat umum digunakan pada berbagai produksi untuk menceritakan kepada penonton tentang berbagai hal mengenai subjek.  Satu catatan khusus, objek gambar bisa diposisikan dari berbagai sudut kamera.

Pergerakan Kamera :
Pain Right : Pergerakan kamera ke kanan terhadap subjek
Pain Left : Pergerakan kamera ke kiri terhadap subjek
Zoom In : Pergerakan kamera mendekati subjek
Zoom Out : Pergerakan kamera menjauhi subjek
Tilt Up : Pergerakan kamera ke atas terhadap subjek
Tilt Down : Pergerakan kamera ke atas terhadap subjek

Referensi :

http://okihelfiska.wordpress.com/2008/09/08/tipe-tipe-shot-pada-kamera

Bahan Perkuliahan Teknik Kamera Televisi, Joni Arman Hamid

http://blog.smkn4-mlg.sch.id/smmart/2010/11/18/type-of-shot-lebih-panjang%E2%80%A6/

VICTORY AT LIVERPOOL VISIT

•10 March 2011 • Leave a Comment

LIVERPOOL MANAGED TO CONQUER HUL CITY WITH A SCORE 1-3

Analisa Pertandingan :
Liverpool berhasil menaklukkan tuan rumah Hull City dengan skor 1-3. Pada akhir babak pertama, Liverpool mendapat peluang melalui tendangan bebas. Xabi Alonso yang mengambil kesempatan ini, mencoba melesakkan bola ke gawang Hull City. Namun, bola yang ia tendang di blok oleh pagar hidup Hull City. Bola tersebut memantul dan kembali ke kaki Xabi Alonso. Kali ini ia tak menyianyiakan kesempatan tersebut. Bola pun di tendang ke gawang Hull City dan bola berhasil melewati hadangan penjaga gawang. Kedudukan pun berubah jadi 0-1 untuk Liverpool.

Saat memasuki babak kedua. Liverpool melakukan serangan melalui sektor kanan pertahanan Hull City. Yossi Benayoun mengirimkan umpan kepada Lucas yang ada dimulut gawang Hull City, namun bola umpan Yossi Benayoun berhasil disundul oleh pemain belakang Hull City tapi bola itu jatuh ke kaki Skrtel dan Skrtel segera menendang bola itu ke gawang Hull City namun bolanya memantul lapangan. Dirk Kuyt yang berada di mulut gawang, langsung menyundul bola tersebut dan akhirnya terciptalah gol kedua untuk Liverpool.

Memasuki menit ke-72, tim tuan rumah melakukan serangan dari sektor kanan pertahanan Liverpool. Melalui umpan silang, akhirnya tim tuan rumah berhasil memperkecil kedudukan menjadi 1-2. Namun, memasuki menit-menit akhir. Liverpoolberhasil memperbesar kedudukan menjadi 1-3. gol dicetak melalui sepakkan Dirk Kuyt. Hingga akhir pertandingan, Liverpool berhasil mempertahankan kemenangan atas tuan rumah Hull City.

Type Shot :

  • Extra Long Shot: digunakan untuk mengambil gambar yang sangat jauh, panjang, luas, dan berdimensi lebar. Shot ini diambil dari area yang sangat luas sehingga dapat memberikan informasi tentang atmosfir dan lingkungan tempat kejadian.  Subjek terlihat sangat kecil pada frame sehingga benar-benar tidak dapat dikenali. Ukuran figure lebih kecil dari satu per enam dari ketinggian frame.  Meskipun demikan, gambar masih dapat menginformasikan bahwa subjek adalah manusia walaupun tidak dapat dibedakan antara pria dan wanita. Shot ini  juga dikenal sebagai wide angle atau wide shot.  Karena mayoritas frame berisi pengenalan scene daripada seorang manusia, maka shot ini kadang dikenal sebagai geography shot.  Lewat shot ini dapat menghasilkan komposisi gambar indah dari sebuah panorama.
  • Wide Shot: Teknik ini mengambil subyek dalam bingkai yang penuh. Kita mengambil dari gambar kaki subjek dan juga mengambil pada bagian kepala hampir pada bagian atas frame.
  • Medium Shot: pada objek yang sama, dengan melakukan zoom in pada gambar berukuran Medium Long Shot, maka shot size berubah menjadi Medium Shot. Posisi subjek pada Medium Shot mengarah pada kamera. Medium Shot dikenal sebagai Potrait Format atau posisi pas foto karena memperlihatkan subjek orang dari tangan sampai ke atas kepala. Ukuran shot ini   bahkan dapat memperlihatkan pergerakan mata dengan jelas. Karena itu, perhatian lebih ditekankan pada figure daripada background. Medium Shot biasanya digunakan sebagai komposisi gambar terbaik untuk syuting wawancara karena  penonton dapat melihat dengan jelas ekspresi dan emosi dari orang yang diwawancara.
  • Medium Close Up: Posisi subjek pada Medium Close Up mengarah ke kamera dengan mengutamakan ekspresi wajah.  Garis mata subjek terlihat jelas bahkan apabila terdapat kecacatan pada kulit, dapat terlihat.  Begitu juga jika subjek menggerakan wajah, maka akan terlihat jelas, seperti kalau subjek menggerak-gerakkan matanya. Pada Medium Close Up masih terdapat sisa tempat untuk memperlihatkan akvtivitas lain atau sebagian aktivitas terlihat pada background.  Ada problem utama yang berhubungan dengan mata subjek, yaitu mata akan tampak flat dan tidak hidup jika tidak dibantu oleh pencahayaan tambahan atau reflector.  Medium Close Up sangat umum digunakan pada berbagai produksi untuk menceritakan kepada penonton tentang berbagai hal mengenai subjek.  Satu catatan khusus, objek gambar bisa diposisikan dari berbagai sudut kamera.

Pergerakan Kamera :
Pain Right : Pergerakan kamera ke kanan terhadap subjek
Pain Left : Pergerakan kamera ke kiri terhadap subjek
Zoom In : Pergerakan kamera mendekati subjek
Zoom Out : Pergerakan kamera menjauhi subjek
Tilt Up : Pergerakan kamera ke atas terhadap subjek
Tilt Down : Pergerakan kamera ke atas terhadap subjek

Referensi :
http://okihelfiska.wordpress.com/2008/09/08/tipe-tipe-shot-pada-kamera
Bahan Perkuliahan Teknik Kamera Televisi, Joni Arman Hamid
http://blog.smkn4-mlg.sch.id/smmart/2010/11/18/type-of-shot-lebih-panjang%E2%80%A6/

 

LIVERPOOL WINS IN “CITY OF MANCHESTER STADIUM”

Analisa Pertandingan :

Pada pertandingan ini, Liverpool bertindak sebagai tim tamu. Namun, hal itu tak membuat permainan Liverpool berubah. Manchester City, yang bertindak sebagai tuan rumah langsung berinisiatif melakukan serangan. Pada awal babak pertama, MC (singkatan dari Manchester City) melakukan serangan dari sektor kiri pertahanan Liverpool. Terjadi kemelut di depan gawang Liverpool. Ireland yang datang dari belakang, tak terkawal. Bola liar segera ia sambar untuk mencetak gol. Akhirnya, tendangan Ireland berhasil membuahkan gol. MC pun unggul 1-0 atas Liverpool. Di penghujung babak pertama, MC mendapatkan tendangan bebas. Tanpa kesulitan, bola tendangan bebas itu meluncur deras ke gawang Liverpool yang di kawal oleh Jose Pepe Reina. Kedudukan pun berubah menjadi 2-0 untuk keunggulan tim tuan rumah.

Kebobolan dua gol, tak membuat anak-anak asuh Rafa Benitez patah semangat. Mereka pun bangkit pada babak kedua. Meneruskan tendangan sudut Steven Gerrard, sundulan Fernando Torres tak dapat dihalau oleh kiper MC, Green. Kedudukan pun berubah, Manchester City 2, Liverpool 1. Tak lama berselang, Liverpool melakukan serangan dari sektor kiri pertahanan MC. Arbeloa yang melihat posisi Fernando Torres yang lebih menguntungkan, segera memberi umpan. Dengan menjatuhkan badan sambil menendang bola, Fernando Torres melesakkan si kulit bundar ke gawang Green dan merubah kedudukan menjadi sama kuat 2-2. Di akhir babak kedua, Fernando Torres hampir mencetak gol jika saja tendangannya tak di blok pemain belakang MC. Namun, bola rebound hasil tendangan Torres jatuh di kaki Dirk Kuyt. Dirk Kuyt yang berdiri bebas, langsung menendang bola tersebut sehingga kedudukan berubah menjadi 2-3 untuk keunggulan Liverpool. Akhirnya, Liverpool berhasil memenangkan pertandingan dengan skor 2-3.

Type Shot :

  • Extra Long Shot: digunakan untuk mengambil gambar yang sangat jauh, panjang, luas, dan berdimensi lebar. Shot ini diambil dari area yang sangat luas sehingga dapat memberikan informasi tentang atmosfir dan lingkungan tempat kejadian.  Subjek terlihat sangat kecil pada frame sehingga benar-benar tidak dapat dikenali. Ukuran figure lebih kecil dari satu per enam dari ketinggian frame.  Meskipun demikan, gambar masih dapat menginformasikan bahwa subjek adalah manusia walaupun tidak dapat dibedakan antara pria dan wanita. Shot ini  juga dikenal sebagai wide angle atau wide shot.  Karena mayoritas frame berisi pengenalan scene daripada seorang manusia, maka shot ini kadang dikenal sebagai geography shot.  Lewat shot ini dapat menghasilkan komposisi gambar indah dari sebuah panorama.
  • Very Long Shot: dibuat apabila penonton memerlukan visualisasi untuk menggambarkan adegan kolosal atau banyak objek. Untuk subjek manusia, tinggi subjek sekitar satu per tiga dari ketinggian frame. Subjek mulai dikenali pakaian dan jenis kelaminnya. Aktivitas subjek mulai terlihat walaupun tidak terlihat jelas.Mayoritas frame masih berisi geografi dan lingkungan sekitar sehingga dalam produksi film, VLS ini biasanya berupa gambar-gambar cantik dan indah. Very Long Shot bisa digunakan sebagai opening sequence yang dibutuhkan untuk pengenalan figur dan pergerakannya walaupun tidak secara detil. Masalah utama pada ukuran shot ini adalah kesulitan dalam mengikuti pergerakan subjek, baik ke kiri atau ke kanan. Ini terjadi karena ukuran kepala yang terlihat cukup kecil sehingga garis mata tidak terlihat. Akibatnya arah pergerakan lebih mudah dideteksi lewat gerakan tubuh.
  • Cut Away : Teknik yang mengambil pergerakan dan reaksi dari sekitar subjek.
  • Long Shot: jika mengambil objek manusia, Long Shot adalah gambar seutuhnya, mulai dari ujung rambut hingga ujung sepatu. Posisi subjek bisa bervariasi (tiga per empat profil, profil, atau mengarah pada kamera). Gerakan kepala dapat dilihat dengan jelas sehingga mata dapat teridentifikasi tetapi kalau figur hanya satu. Jika dalam shot terdapat dua atau lebih figur, maka garis mata diantara mereka menjadi kabur. Long Shot sering digunakan untuk memperlihatkan gerakan manusia, seperti subjek yang sedang berjalan, berlari, atau menggerakkan tangan. Long Shot jarang digunakan sebagai shot pembuka, kecuali kalau lingkungan yang digambatkan sudah dikenal dengan baik oleh penonton. Long Shot dikenal sebagai Landscape Format yang mengantarkan mata penonton kepada keluasan suatu suasana dan objek.
  • Medium Shot: pada objek yang sama, dengan melakukan zoom in pada gambar berukuran Medium Long Shot, maka shot size berubah menjadi Medium Shot. Posisi subjek pada Medium Shot mengarah pada kamera. Medium Shot dikenal sebagai Potrait Format atau posisi pas foto karena memperlihatkan subjek orang dari tangan sampai ke atas kepala. Ukuran shot ini   bahkan dapat memperlihatkan pergerakan mata dengan jelas. Karena itu, perhatian lebih ditekankan pada figure daripada background. Medium Shot biasanya digunakan sebagai komposisi gambar terbaik untuk syuting wawancara karena  penonton dapat melihat dengan jelas ekspresi dan emosi dari orang yang diwawancara.
  • Medium Close Up: Posisi subjek pada Medium Close Up mengarah ke kamera dengan mengutamakan ekspresi wajah.  Garis mata subjek terlihat jelas bahkan apabila terdapat kecacatan pada kulit, dapat terlihat.  Begitu juga jika subjek menggerakan wajah, maka akan terlihat jelas, seperti kalau subjek menggerak-gerakkan matanya. Pada Medium Close Up masih terdapat sisa tempat untuk memperlihatkan akvtivitas lain atau sebagian aktivitas terlihat pada background.  Ada problem utama yang berhubungan dengan mata subjek, yaitu mata akan tampak flat dan tidak hidup jika tidak dibantu oleh pencahayaan tambahan atau reflector.  Medium Close Up sangat umum digunakan pada berbagai produksi untuk menceritakan kepada penonton tentang berbagai hal mengenai subjek.  Satu catatan khusus, objek gambar bisa diposisikan dari berbagai sudut kamera.

Pergerakan Kamera :
Pain Right : Pergerakan kamera ke kanan terhadap subjek
Pain Left : Pergerakan kamera ke kiri terhadap subjek
Zoom In : Pergerakan kamera mendekati subjek
Zoom Out : Pergerakan kamera menjauhi subjek
Tilt Up : Pergerakan kamera ke atas terhadap subjek
Tilt Down : Pergerakan kamera ke atas terhadap subjek

Referensi :

http://okihelfiska.wordpress.com/2008/09/08/tipe-tipe-shot-pada-kamera

Bahan Perkuliahan Teknik Kamera Televisi, Joni Arman Hamid

http://blog.smkn4-mlg.sch.id/smmart/2010/11/18/type-of-shot-lebih-panjang%E2%80%A6/

 

HOME BEAT NEWCASTLE UNITED

Analisa Pertandingan :

Pada pertandingan ini Liverpool di jamu oleh tuan rumah Newcastle United. Bermain dikandang lawan, tak membuat nyali para pemain Liverpool menjadi ciut. Mereka tetap bersemangat untuk memenangkan pertandingan yang cukup menarik perhatian banyak orang karena kedua tim ini memiliki sejarah yang bagus.

Pertandingan kali ini dimenangkan oleh Liverpool dengan skor 5-1. Tuan rumah Newcastle United tak mampu berbuat banyak karena pemain-pemain Liverpool bermain begitu penuh semangat. Serangan pemain-pemain Newcastle United seolah tak berguna karena solidnya pertahanan Liverpool.

Type Shot :

  • Extra Long Shot: digunakan untuk mengambil gambar yang sangat jauh, panjang, luas, dan berdimensi lebar. Shot ini diambil dari area yang sangat luas sehingga dapat memberikan informasi tentang atmosfir dan lingkungan tempat kejadian.  Subjek terlihat sangat kecil pada frame sehingga benar-benar tidak dapat dikenali. Ukuran figure lebih kecil dari satu per enam dari ketinggian frame.  Meskipun demikan, gambar masih dapat menginformasikan bahwa subjek adalah manusia walaupun tidak dapat dibedakan antara pria dan wanita. Shot ini  juga dikenal sebagai wide angle atau wide shot.  Karena mayoritas frame berisi pengenalan scene daripada seorang manusia, maka shot ini kadang dikenal sebagai geography shot.  Lewat shot ini dapat menghasilkan komposisi gambar indah dari sebuah panorama.
  • Long Shot: jika mengambil objek manusia, Long Shot adalah gambar seutuhnya, mulai dari ujung rambut hingga ujung sepatu. Posisi subjek bisa bervariasi (tiga per empat profil, profil, atau mengarah pada kamera). Gerakan kepala dapat dilihat dengan jelas sehingga mata dapat teridentifikasi tetapi kalau figur hanya satu. Jika dalam shot terdapat dua atau lebih figur, maka garis mata diantara mereka menjadi kabur. Long Shot sering digunakan untuk memperlihatkan gerakan manusia, seperti subjek yang sedang berjalan, berlari, atau menggerakkan tangan. Long Shot jarang digunakan sebagai shot pembuka, kecuali kalau lingkungan yang digambatkan sudah dikenal dengan baik oleh penonton. Long Shot dikenal sebagai Landscape Format yang mengantarkan mata penonton kepada keluasan suatu suasana dan objek.
  • Medium Shot: pada objek yang sama, dengan melakukan zoom in pada gambar berukuran Medium Long Shot, maka shot size berubah menjadi Medium Shot. Posisi subjek pada Medium Shot mengarah pada kamera. Medium Shot dikenal sebagai Potrait Format atau posisi pas foto karena memperlihatkan subjek orang dari tangan sampai ke atas kepala. Ukuran shot ini   bahkan dapat memperlihatkan pergerakan mata dengan jelas. Karena itu, perhatian lebih ditekankan pada figure daripada background. Medium Shot biasanya digunakan sebagai komposisi gambar terbaik untuk syuting wawancara karena  penonton dapat melihat dengan jelas ekspresi dan emosi dari orang yang diwawancara.
  • Medium Close Up: Posisi subjek pada Medium Close Up mengarah ke kamera dengan mengutamakan ekspresi wajah.  Garis mata subjek terlihat jelas bahkan apabila terdapat kecacatan pada kulit, dapat terlihat.  Begitu juga jika subjek menggerakan wajah, maka akan terlihat jelas, seperti kalau subjek menggerak-gerakkan matanya. Pada Medium Close Up masih terdapat sisa tempat untuk memperlihatkan akvtivitas lain atau sebagian aktivitas terlihat pada background.  Ada problem utama yang berhubungan dengan mata subjek, yaitu mata akan tampak flat dan tidak hidup jika tidak dibantu oleh pencahayaan tambahan atau reflector.  Medium Close Up sangat umum digunakan pada berbagai produksi untuk menceritakan kepada penonton tentang berbagai hal mengenai subjek.  Satu catatan khusus, objek gambar bisa diposisikan dari berbagai sudut kamera.

Pergerakan Kamera :
Pain Right : Pergerakan kamera ke kanan terhadap subjek
Pain Left : Pergerakan kamera ke kiri terhadap subjek
Zoom In : Pergerakan kamera mendekati subjek
Zoom Out : Pergerakan kamera menjauhi subjek
Tilt Up : Pergerakan kamera ke atas terhadap subjek
Tilt Down : Pergerakan kamera ke atas terhadap subjek

Referensi :

http://okihelfiska.wordpress.com/2008/09/08/tipe-tipe-shot-pada-kamera

Bahan Perkuliahan Teknik Kamera Televisi, Joni Arman Hamid

http://blog.smkn4-mlg.sch.id/smmart/2010/11/18/type-of-shot-lebih-panjang%E2%80%A6/

 

DERBY TEAM SHIRTS

Analisa Pertandingan :
pada pertandingan kali ini, Liverpoo berhasil menaklukkan Everton dengan skor 1-2. pertandingan ini adalah pertandingan tim sekota (biasa disebut derby). Liverpool yang bertindak sebagai tim tamu, rupanya bermain jauh lebih agresif. berkali-kali anak asuh Rafa Benitez ini memborbardir pertahanan Everton. Namun tim tuan rumah tak mau kalah. Jual beli serangan pun terjadi pada pertandingan ini.

Akhirnya Liverpool yang berhasil terlebih dulu mencetak gol melalui serangan balik yang cepat. Skor pun berubah menjadi 1-0. Everton sebagai tuan rumah tak mau mengalah begitu saja. Berkali-kali EEverton pun menyerang pertahanan Liverpool. Namun justru Liverpool yang berhasil memasukan gol lagi. Skor berubah menjadi 2-0 untuk keunggulan Liverpool. Sebelum peluit akhir berbunyi, akhirnya tim tuan rumah berhasil memperkecil kedudukan menjadi 1-2. Namun hingga akhir tim ttuan rumah tak mampui mengejar dan skor pun tetap 1-2 untuk Liverpool.

Type shot :

  • Extra Long Shot: digunakan untuk mengambil gambar yang sangat jauh, panjang, luas, dan berdimensi lebar. Shot ini diambil dari area yang sangat luas sehingga dapat memberikan informasi tentang atmosfir dan lingkungan tempat kejadian.  Subjek terlihat sangat kecil pada frame sehingga benar-benar tidak dapat dikenali. Ukuran figure lebih kecil dari satu per enam dari ketinggian frame.  Meskipun demikan, gambar masih dapat menginformasikan bahwa subjek adalah manusia walaupun tidak dapat dibedakan antara pria dan wanita. Shot ini  juga dikenal sebagai wide angle atau wide shot.  Karena mayoritas frame berisi pengenalan scene daripada seorang manusia, maka shot ini kadang dikenal sebagai geography shot.  Lewat shot ini dapat menghasilkan komposisi gambar indah dari sebuah panorama.
  • Long Shot: jika mengambil objek manusia, Long Shot adalah gambar seutuhnya, mulai dari ujung rambut hingga ujung sepatu. Posisi subjek bisa bervariasi (tiga per empat profil, profil, atau mengarah pada kamera). Gerakan kepala dapat dilihat dengan jelas sehingga mata dapat teridentifikasi tetapi kalau figur hanya satu. Jika dalam shot terdapat dua atau lebih figur, maka garis mata diantara mereka menjadi kabur. Long Shot sering digunakan untuk memperlihatkan gerakan manusia, seperti subjek yang sedang berjalan, berlari, atau menggerakkan tangan. Long Shot jarang digunakan sebagai shot pembuka, kecuali kalau lingkungan yang digambatkan sudah dikenal dengan baik oleh penonton. Long Shot dikenal sebagai Landscape Format yang mengantarkan mata penonton kepada keluasan suatu suasana dan objek.
  • Medium Shot: pada objek yang sama, dengan melakukan zoom in pada gambar berukuran Medium Long Shot, maka shot size berubah menjadi Medium Shot. Posisi subjek pada Medium Shot mengarah pada kamera. Medium Shot dikenal sebagai Potrait Format atau posisi pas foto karena memperlihatkan subjek orang dari tangan sampai ke atas kepala. Ukuran shot ini   bahkan dapat memperlihatkan pergerakan mata dengan jelas. Karena itu, perhatian lebih ditekankan pada figure daripada background. Medium Shot biasanya digunakan sebagai komposisi gambar terbaik untuk syuting wawancara karena  penonton dapat melihat dengan jelas ekspresi dan emosi dari orang yang diwawancara.
  • Medium Close Up: Posisi subjek pada Medium Close Up mengarah ke kamera dengan mengutamakan ekspresi wajah.  Garis mata subjek terlihat jelas bahkan apabila terdapat kecacatan pada kulit, dapat terlihat.  Begitu juga jika subjek menggerakan wajah, maka akan terlihat jelas, seperti kalau subjek menggerak-gerakkan matanya. Pada Medium Close Up masih terdapat sisa tempat untuk memperlihatkan akvtivitas lain atau sebagian aktivitas terlihat pada background.  Ada problem utama yang berhubungan dengan mata subjek, yaitu mata akan tampak flat dan tidak hidup jika tidak dibantu oleh pencahayaan tambahan atau reflector.  Medium Close Up sangat umum digunakan pada berbagai produksi untuk menceritakan kepada penonton tentang berbagai hal mengenai subjek.  Satu catatan khusus, objek gambar bisa diposisikan dari berbagai sudut kamera.

Pergerakan Kamera :
Pain Right : Pergerakan kamera ke kanan terhadap subjek
Pain Left : Pergerakan kamera ke kiri terhadap subjek
Zoom In : Pergerakan kamera mendekati subjek
Zoom Out : Pergerakan kamera menjauhi subjek
Tilt Up : Pergerakan kamera ke atas terhadap subjek
Tilt Down : Pergerakan kamera ke atas terhadap subjek

Referensi :

http://okihelfiska.wordpress.com/2008/09/08/tipe-tipe-shot-pada-kamera

Bahan Perkuliahan Teknik Kamera Televisi, Joni Arman Hamid

http://blog.smkn4-mlg.sch.id/smmart/2010/11/18/type-of-shot-lebih-panjang%E2%80%A6/

 

LIVERPOOL FRUSTRATE BOLTON

Analisa Pertandingan :

Pertandingan ini saat Liverpool bertandang ke markas Bolton, yaitu Reebok Stadium. Liverpool mengambil inisiatif menyerang, melalui sepakan Glen Johnson. Namun bola sepak kan Glen Johnson masih menyamping dari mulut gawang Bolton. Kedudukan pun tak berubah, masih imbang tanpa gol. Tak lama berselang, Bolton mendapatkan tendangan sudut. Ketika bola di tendang, terjadi kemelut di mulut gawang Liverpool. Kevin Davies berhasil memanfaatkan kemelut di mulut gawang, dengan melesakkan gol ke gawang yang di kawal oleh Jose Pepe Reina. Kedudukan pun berubah 1-0 untuk keunggulan tim tuan rumah. Dipenghujung babak pertama, Glen Johnson berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Setelah berhasil melewati hadangan pemain belakang tuan rumah dan melesatkan bola ke gawang tim tuan rumah. babak pertama pun berakhir dengan skor imbang 1-1.

Awal babak kedua, tim tuan rumah kembali berhasil memimpin. Bola tendangan penjaga gawang tuan rumah berhasil diteruskan ke oleh sang penyerang dan bola pun melesat mulus ke gawang Liverpool. Kedudukan berubah menjadi 2-1 untuk keunggulan tim tuan rumah. Pada menit ke-53, salah seorang pemain tuan rumah di ganjar kartu kuning kedua setelah melakukan pelanggaran dan tim tuan rumah pun harus bermain dengan 10 orang pemain. Berkali-kali pemain-pemain Liverpool melakukan serangan untuk merubah kedudukan, namun selalu terbentur oleh kokohnya pertahanan tim tuan rumah. Akhirnya pada menit ke-56, Liverpool berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 melalui sepakan Fernando Torres.

Pertandingan pun semakin memanas, baik tim tuan rumah maupun tim tamu saling jual beli serangan. Pada menit ke-82, Liverpool melakukan serangan dari sektor kiri pertahanan Bolton. Umpan silang dari Benayoun berhasil di sundul oleh pemain belakang Bolton, namun bola sundulan tersebut jatuh ke kaki Steven Gerrard yang berdiri bebas tanpa kawalan di mulut gawang Bolton. Tanpa ampun, Stevevn Gerrard melepaskan tendangan setengah volly. Tendangan Gerrard melesat deras ke gawang Bolton. Kedudukan pun berubah menjadi 2-3 untuk kemenangan tim Liverpool. Memasuki akhir babak kedua, sebenarnya Liverpool mendapat kesempatan untuk memperbesar jarak. Namun tendangan Fernando Torres masih berhasil di blok oleh penjaga gawang tim Bolton. Hingga ahkir pertandingan, kedudukan tetap 2-3 untuk keunggulan tim Liverpool.

Type Shot :

  • Extra Long Shot: digunakan untuk mengambil gambar yang sangat jauh, panjang, luas, dan berdimensi lebar. Shot ini diambil dari area yang sangat luas sehingga dapat memberikan informasi tentang atmosfir dan lingkungan tempat kejadian.  Subjek terlihat sangat kecil pada frame sehingga benar-benar tidak dapat dikenali. Ukuran figure lebih kecil dari satu per enam dari ketinggian frame.  Meskipun demikan, gambar masih dapat menginformasikan bahwa subjek adalah manusia walaupun tidak dapat dibedakan antara pria dan wanita. Shot ini  juga dikenal sebagai wide angle atau wide shot.  Karena mayoritas frame berisi pengenalan scene daripada seorang manusia, maka shot ini kadang dikenal sebagai geography shot.  Lewat shot ini dapat menghasilkan komposisi gambar indah dari sebuah panorama.
  • Long Shot: jika mengambil objek manusia, Long Shot adalah gambar seutuhnya, mulai dari ujung rambut hingga ujung sepatu. Posisi subjek bisa bervariasi (tiga per empat profil, profil, atau mengarah pada kamera). Gerakan kepala dapat dilihat dengan jelas sehingga mata dapat teridentifikasi tetapi kalau figur hanya satu. Jika dalam shot terdapat dua atau lebih figur, maka garis mata diantara mereka menjadi kabur. Long Shot sering digunakan untuk memperlihatkan gerakan manusia, seperti subjek yang sedang berjalan, berlari, atau menggerakkan tangan. Long Shot jarang digunakan sebagai shot pembuka, kecuali kalau lingkungan yang digambatkan sudah dikenal dengan baik oleh penonton. Long Shot dikenal sebagai Landscape Format yang mengantarkan mata penonton kepada keluasan suatu suasana dan objek.
  • Medium Shot: pada objek yang sama, dengan melakukan zoom in pada gambar berukuran Medium Long Shot, maka shot size berubah menjadi Medium Shot. Posisi subjek pada Medium Shot mengarah pada kamera. Medium Shot dikenal sebagai Potrait Format atau posisi pas foto karena memperlihatkan subjek orang dari tangan sampai ke atas kepala. Ukuran shot ini   bahkan dapat memperlihatkan pergerakan mata dengan jelas. Karena itu, perhatian lebih ditekankan pada figure daripada background. Medium Shot biasanya digunakan sebagai komposisi gambar terbaik untuk syuting wawancara karena  penonton dapat melihat dengan jelas ekspresi dan emosi dari orang yang diwawancara.
  • Medium Close Up: Posisi subjek pada Medium Close Up mengarah ke kamera dengan mengutamakan ekspresi wajah.  Garis mata subjek terlihat jelas bahkan apabila terdapat kecacatan pada kulit, dapat terlihat.  Begitu juga jika subjek menggerakan wajah, maka akan terlihat jelas, seperti kalau subjek menggerak-gerakkan matanya. Pada Medium Close Up masih terdapat sisa tempat untuk memperlihatkan akvtivitas lain atau sebagian aktivitas terlihat pada background.  Ada problem utama yang berhubungan dengan mata subjek, yaitu mata akan tampak flat dan tidak hidup jika tidak dibantu oleh pencahayaan tambahan atau reflector.  Medium Close Up sangat umum digunakan pada berbagai produksi untuk menceritakan kepada penonton tentang berbagai hal mengenai subjek.  Satu catatan khusus, objek gambar bisa diposisikan dari berbagai sudut kamera.

Pergerakan Kamera :
Pain Right : Pergerakan kamera ke kanan terhadap subjek
Pain Left : Pergerakan kamera ke kiri terhadap subjek
Zoom In : Pergerakan kamera mendekati subjek
Zoom Out : Pergerakan kamera menjauhi subjek
Tilt Up : Pergerakan kamera ke atas terhadap subjek
Tilt Down : Pergerakan kamera ke atas terhadap subjek

Referensi :

http://okihelfiska.wordpress.com/2008/09/08/tipe-tipe-shot-pada-kamera

Bahan Perkuliahan Teknik Kamera Televisi, Joni Arman Hamid

http://blog.smkn4-mlg.sch.id/smmart/2010/11/18/type-of-shot-lebih-panjang%E2%80%A6/

LIVERPOOL vs MANCHESTER UNITED

•10 March 2011 • Leave a Comment

 LIVERPOOL CONTRIVED TO DEFUSE MANCHESTER UNITED

Analisa Pertandingan :
Pada pertandingan kali ini, Liverpool berhasil menjinakkan Manchester United dengan skor 2-0. Gol kemenangan Liverpool berhasil dilesatkan oleh Fernando Torres dan David Ngog. Pada awal pertandingan, Liverpool hampir unggul jika saja Dirk Kuyt mampu memanfaatkan peluang. Namun hingga babak pertama usai, kedudukan tak berubah. Memasuki babak kedua, Liverpool melakukan serangan balik cepat. Melalui umpan Yossi Benayoun, Fernando Torres berhasil melesakkan si kulit bundar ke gawang Manchester United yang di kawal oleh Edwin Van Der Sar. Untuk sementara kedudukan berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan Liverpool.

Manchester pun sebenarnya mampu menyamakan kedudukan, jika saja tendangan Antonio Valencia tak digagalkan oleh mistar gawang. Kedudukan tak berubah, masih 1-0 untuk keunggulan Liverpool. Ketika asik menyerang, para pemain belakang Manchester United tak disiplin dalam menjaga pertahanan. Akibatnya, melalui serangan balik, Nemanja Vidic melakukan pelanggaran terhadap striker Liverpool yaiutu Dirk Kuyt yang berujung dikartu merahkannya Nemanja Vidic. Manchester pun bermain dengan 10 orang pemain.

Liverpool berhasil memanfaatkan kesempatan ini. Melalui serangan balik cepat, Lucas memberikan umpan kepada David Ngog. David Ngog yang tak terkawal, berhasil melesakkan gol ke gawang Edwin Van Der Sar. Kedudukan pun berubah menjadi 2-0. Hingga peluit panjang dibunyikan, kedudukan tak berubah 2-0 untuk keunggulan Liverpool.

Type Shot :

  • Long Shot: jika mengambil objek manusia, Long Shot adalah gambar seutuhnya, mulai dari ujung rambut hingga ujung sepatu. Posisi subjek bisa bervariasi (tiga per empat profil, profil, atau mengarah pada kamera). Gerakan kepala dapat dilihat dengan jelas sehingga mata dapat teridentifikasi tetapi kalau figur hanya satu. Jika dalam shot terdapat dua atau lebih figur, maka garis mata diantara mereka menjadi kabur. Long Shot sering digunakan untuk memperlihatkan gerakan manusia, seperti subjek yang sedang berjalan, berlari, atau menggerakkan tangan. Long Shot jarang digunakan sebagai shot pembuka, kecuali kalau lingkungan yang digambatkan sudah dikenal dengan baik oleh penonton. Long Shot dikenal sebagai Landscape Format yang mengantarkan mata penonton kepada keluasan suatu suasana dan objek.
  • Very Long Shot: dibuat apabila penonton memerlukan visualisasi untuk menggambarkan adegan kolosal atau banyak objek. Untuk subjek manusia, tinggi subjek sekitar satu per tiga dari ketinggian frame. Subjek mulai dikenali pakaian dan jenis kelaminnya. Aktivitas subjek mulai terlihat walaupun tidak terlihat jelas.Mayoritas frame masih berisi geografi dan lingkungan sekitar sehingga dalam produksi film, VLS ini biasanya berupa gambar-gambar cantik dan indah. Very Long Shot bisa digunakan sebagai opening sequence yang dibutuhkan untuk pengenalan figur dan pergerakannya walaupun tidak secara detil. Masalah utama pada ukuran shot ini adalah kesulitan dalam mengikuti pergerakan subjek, baik ke kiri atau ke kanan. Ini terjadi karena ukuran kepala yang terlihat cukup kecil sehingga garis mata tidak terlihat. Akibatnya arah pergerakan lebih mudah dideteksi lewat gerakan tubuh.
  • Cut Away : Teknik yang mengambil pergerakan dan reaksi dari sekitar subjek.
  • Medium Shot: Pada objek yang sama, dengan melakukan zoom in pada gambar berukuran Medium Long Shot, maka shot size berubah menjadi Medium Shot. Posisi subjek pada Medium Shot mengarah pada kamera. Medium Shot dikenal sebagai Potrait Format atau posisi pas foto karena memperlihatkan subjek orang dari tangan sampai ke atas kepala. Ukuran shot ini bahkan dapat memperlihatkan pergerakan mata dengan jelas. Karena itu, perhatian lebih ditekankan pada figure daripada background. Medium Shot biasanya digunakan sebagai komposisi gambar terbaik untuk syuting wawancara karena penonton dapat melihat dengan jelas ekspresi dan emosi dari orang yang diwawancara.
  • Medium Close Up: posisi subjek pada Medium Close Up mengarah ke kamera dengan mengutamakan ekspresi wajah. Garis mata subjek terlihat jelas bahkan apabila terdapat kecacatan pada kulit, dapat terlihat. Begitu juga jika subjek menggerakan wajah, maka akan terlihat jelas, seperti kalau subjek menggerak-gerakkan matanya. Pada Medium Close Up masih terdapat sisa tempat untuk memperlihatkan akvtivitas lain atau sebagian aktivitas terlihat pada background. Ada problem utama yang berhubungan dengan mata subjek, yaitu mata akan tampak flat dan tidak hidup jika tidak dibantu oleh pencahayaan tambahan atau reflector. Medium Close Up sangat umum digunakan pada berbagai produksi untuk menceritakan kepada penonton tentang berbagai hal mengenai subjek. Satu catatan khusus, objek gambar bisa diposisikan dari berbagai sudut kamera..

Pergerakan Kamera :
Pain Right : Pergerakan kamera ke kanan terhadap subjek
Pain Left : Pergerakan kamera ke kiri terhadap subjek
Zoom In : Pergerakan kamera mendekati subjek
Zoom Out : Pergerakan kamera menjauhi subjek
Tilt Up : Pergerakan kamera ke atas terhadap subjek
Tilt Down : Pergerakan kamera ke atas terhadap subjek

Referensi :
http://okihelfiska.wordpress.com/2008/09/08/tipe-tipe-shot-pada-kamera
Bahan Perkuliahan Teknik Kamera Televisi, Joni Arman Hamid
http://blog.smkn4-mlg.sch.id/smmart/2010/11/18/type-of-shot-lebih-panjang%E2%80%A6/

 

DIRK KUYT HATTRICK


Analisa Pertandingan :

Man Of The Match.. itulah kata yang pantas dilayangkan untuk Dirk Kuyt. Pemain asal Belanda ini mencetak 3 gol untuk menghantarkan kemenangan Liverpool atas rivral utamanya yaitu Manchester United. Pemain-pemain Liverpool bermain begitu penuh semangat akrena bertanding dihadapan publiknya sendiri.

Liverpool membuka angka melalui sontekan kaki Dirk Kuyt pada babak pertama. Pemain-pemain Manchester United sempat melayangkan protes atas gol Kuyt, namun wasit tetap mensahkan gol itu. Dan 7 menit selanjutnya Liverpool menambah keunggulan melalui sundulan setelah pemain Manchester United salh mengantisipasi bola.

Pada babak kedua, Liverpool mendapat kesempatan melalui tendangan bebas. Tendangan bebsa telah dieksekusi namun masih bisa dihalau oleh kiper Manchester United, bola liar yang masih bebas segera disambar oleh Dirk Kuyt untuk memperbesar keunggulan Liverpool atas Manchester United sekaligus mencetak hatrick pada pertandingan itu. Beberapa menit berselang, Manchester United memals dengan 1 gol, namun gol itu belum mampu menyelamatkan United dari kekalahan. Hingga ahkir pertandingan, Liverpool menang dengan skor 3-1.

Type Shot :

  • Long Shot: jika mengambil objek manusia, Long Shot adalah gambar seutuhnya, mulai dari ujung rambut hingga ujung sepatu. Posisi subjek bisa bervariasi (tiga per empat profil, profil, atau mengarah pada kamera). Gerakan kepala dapat dilihat dengan jelas sehingga mata dapat teridentifikasi tetapi kalau figur hanya satu. Jika dalam shot terdapat dua atau lebih figur, maka garis mata diantara mereka menjadi kabur. Long Shot sering digunakan untuk memperlihatkan gerakan manusia, seperti subjek yang sedang berjalan, berlari, atau menggerakkan tangan. Long Shot jarang digunakan sebagai shot pembuka, kecuali kalau lingkungan yang digambatkan sudah dikenal dengan baik oleh penonton. Long Shot dikenal sebagai Landscape Format yang mengantarkan mata penonton kepada keluasan suatu suasana dan objek.
  • Very Long Shot: dibuat apabila penonton memerlukan visualisasi untuk menggambarkan adegan kolosal atau banyak objek. Untuk subjek manusia, tinggi subjek sekitar satu per tiga dari ketinggian frame. Subjek mulai dikenali pakaian dan jenis kelaminnya. Aktivitas subjek mulai terlihat walaupun tidak terlihat jelas.Mayoritas frame masih berisi geografi dan lingkungan sekitar sehingga dalam produksi film, VLS ini biasanya berupa gambar-gambar cantik dan indah. Very Long Shot bisa digunakan sebagai opening sequence yang dibutuhkan untuk pengenalan figur dan pergerakannya walaupun tidak secara detil. Masalah utama pada ukuran shot ini adalah kesulitan dalam mengikuti pergerakan subjek, baik ke kiri atau ke kanan. Ini terjadi karena ukuran kepala yang terlihat cukup kecil sehingga garis mata tidak terlihat. Akibatnya arah pergerakan lebih mudah dideteksi lewat gerakan tubuh.
  • Cut Away : Teknik yang mengambil pergerakan dan reaksi dari sekitar subjek.
  • Medium Shot: Pada objek yang sama, dengan melakukan zoom in pada gambar berukuran Medium Long Shot, maka shot size berubah menjadi Medium Shot. Posisi subjek pada Medium Shot mengarah pada kamera. Medium Shot dikenal sebagai Potrait Format atau posisi pas foto karena memperlihatkan subjek orang dari tangan sampai ke atas kepala. Ukuran shot ini bahkan dapat memperlihatkan pergerakan mata dengan jelas. Karena itu, perhatian lebih ditekankan pada figure daripada background. Medium Shot biasanya digunakan sebagai komposisi gambar terbaik untuk syuting wawancara karena penonton dapat melihat dengan jelas ekspresi dan emosi dari orang yang diwawancara.
  • Medium Close Up: posisi subjek pada Medium Close Up mengarah ke kamera dengan mengutamakan ekspresi wajah. Garis mata subjek terlihat jelas bahkan apabila terdapat kecacatan pada kulit, dapat terlihat. Begitu juga jika subjek menggerakan wajah, maka akan terlihat jelas, seperti kalau subjek menggerak-gerakkan matanya. Pada Medium Close Up masih terdapat sisa tempat untuk memperlihatkan akvtivitas lain atau sebagian aktivitas terlihat pada background. Ada problem utama yang berhubungan dengan mata subjek, yaitu mata akan tampak flat dan tidak hidup jika tidak dibantu oleh pencahayaan tambahan atau reflector. Medium Close Up sangat umum digunakan pada berbagai produksi untuk menceritakan kepada penonton tentang berbagai hal mengenai subjek. Satu catatan khusus, objek gambar bisa diposisikan dari berbagai sudut kamera..

Pergerakan Kamera :
Pain Right : Pergerakan kamera ke kanan terhadap subjek
Pain Left : Pergerakan kamera ke kiri terhadap subjek
Zoom In : Pergerakan kamera mendekati subjek
Zoom Out : Pergerakan kamera menjauhi subjek
Tilt Up : Pergerakan kamera ke atas terhadap subjek
Tilt Down : Pergerakan kamera ke atas terhadap subjek

Referensi :
http://okihelfiska.wordpress.com/2008/09/08/tipe-tipe-shot-pada-kamera
Bahan Perkuliahan Teknik Kamera Televisi, Joni Arman Hamid
http://blog.smkn4-mlg.sch.id/smmart/2010/11/18/type-of-shot-lebih-panjang%E2%80%A6/

 

LIVERPOOL CONQUER OF  MANCHESTER UNITED ON “THEATER OF DREAM”

Analisa Pertandingan :
Pada pertandingan kali ini, Liverpool berhasil menaklukkan Manchester United dikandangnya. Liverpool sempat tertinggal terlebih dahulu oleh eksekusi pinalti yang dilesakkan oleh Wayne Rooney. Namun armada The Reds tak menyerah dan berhasil embalikkan keadaan  setelah Fernando Torres mencetak gol dan juga Steven Gerrard.

beberapa pemain lagi seperti Andrea Dossena pun mencetak gol. Meski berkali-kali Man.United berusaha mengejar, namun hingga akhir pertandingan Liverpool masih tetap unggul dengan skor 4-1. ini adalah kekalahan terbesar untuk man.United pada musim ini.

Type Shot :

  • Long Shot: jika mengambil objek manusia, Long Shot adalah gambar seutuhnya, mulai dari ujung rambut hingga ujung sepatu. Posisi subjek bisa bervariasi (tiga per empat profil, profil, atau mengarah pada kamera). Gerakan kepala dapat dilihat dengan jelas sehingga mata dapat teridentifikasi tetapi kalau figur hanya satu. Jika dalam shot terdapat dua atau lebih figur, maka garis mata diantara mereka menjadi kabur. Long Shot sering digunakan untuk memperlihatkan gerakan manusia, seperti subjek yang sedang berjalan, berlari, atau menggerakkan tangan. Long Shot jarang digunakan sebagai shot pembuka, kecuali kalau lingkungan yang digambatkan sudah dikenal dengan baik oleh penonton. Long Shot dikenal sebagai Landscape Format yang mengantarkan mata penonton kepada keluasan suatu suasana dan objek.
  • Very Long Shot: dibuat apabila penonton memerlukan visualisasi untuk menggambarkan adegan kolosal atau banyak objek. Untuk subjek manusia, tinggi subjek sekitar satu per tiga dari ketinggian frame. Subjek mulai dikenali pakaian dan jenis kelaminnya. Aktivitas subjek mulai terlihat walaupun tidak terlihat jelas.Mayoritas frame masih berisi geografi dan lingkungan sekitar sehingga dalam produksi film, VLS ini biasanya berupa gambar-gambar cantik dan indah. Very Long Shot bisa digunakan sebagai opening sequence yang dibutuhkan untuk pengenalan figur dan pergerakannya walaupun tidak secara detil. Masalah utama pada ukuran shot ini adalah kesulitan dalam mengikuti pergerakan subjek, baik ke kiri atau ke kanan. Ini terjadi karena ukuran kepala yang terlihat cukup kecil sehingga garis mata tidak terlihat. Akibatnya arah pergerakan lebih mudah dideteksi lewat gerakan tubuh.
  • Cut Away : Teknik yang mengambil pergerakan dan reaksi dari sekitar subjek.
  • Medium Shot: Pada objek yang sama, dengan melakukan zoom in pada gambar berukuran Medium Long Shot, maka shot size berubah menjadi Medium Shot. Posisi subjek pada Medium Shot mengarah pada kamera. Medium Shot dikenal sebagai Potrait Format atau posisi pas foto karena memperlihatkan subjek orang dari tangan sampai ke atas kepala. Ukuran shot ini bahkan dapat memperlihatkan pergerakan mata dengan jelas. Karena itu, perhatian lebih ditekankan pada figure daripada background. Medium Shot biasanya digunakan sebagai komposisi gambar terbaik untuk syuting wawancara karena penonton dapat melihat dengan jelas ekspresi dan emosi dari orang yang diwawancara.
  • Medium Close Up: posisi subjek pada Medium Close Up mengarah ke kamera dengan mengutamakan ekspresi wajah. Garis mata subjek terlihat jelas bahkan apabila terdapat kecacatan pada kulit, dapat terlihat. Begitu juga jika subjek menggerakan wajah, maka akan terlihat jelas, seperti kalau subjek menggerak-gerakkan matanya. Pada Medium Close Up masih terdapat sisa tempat untuk memperlihatkan akvtivitas lain atau sebagian aktivitas terlihat pada background. Ada problem utama yang berhubungan dengan mata subjek, yaitu mata akan tampak flat dan tidak hidup jika tidak dibantu oleh pencahayaan tambahan atau reflector. Medium Close Up sangat umum digunakan pada berbagai produksi untuk menceritakan kepada penonton tentang berbagai hal mengenai subjek. Satu catatan khusus, objek gambar bisa diposisikan dari berbagai sudut kamera..

Pergerakan Kamera :
Pain Right : Pergerakan kamera ke kanan terhadap subjek
Pain Left : Pergerakan kamera ke kiri terhadap subjek
Zoom In : Pergerakan kamera mendekati subjek
Zoom Out : Pergerakan kamera menjauhi subjek
Tilt Up : Pergerakan kamera ke atas terhadap subjek
Tilt Down : Pergerakan kamera ke atas terhadap subjek

Referensi :
http://okihelfiska.wordpress.com/2008/09/08/tipe-tipe-shot-pada-kamera
Bahan Perkuliahan Teknik Kamera Televisi, Joni Arman Hamid
http://blog.smkn4-mlg.sch.id/smmart/2010/11/18/type-of-shot-lebih-panjang%E2%80%A6/

 

DAVID NGOG GOALS

Analisa Pertandingan :

Pada pertandingan kali ini, Liverpool berhasil menaklukkan Manchester United. David Ngog berhasil melesatkan gol satu-satunya untuk kemenangan Liverpool atas Manchester United pada lanjutan Liga Ingrgris.

Liverpool membuka angka melalui serangan balik yang cukup cepat. Sehingga membuat pemain belakang Manchester United kocar-kacir dan terjadilah gol. Ternyata ini merupakan gol satu-satunya pada pertandingan itu.

Type Shot :

  • Long Shot: jika mengambil objek manusia, Long Shot adalah gambar seutuhnya, mulai dari ujung rambut hingga ujung sepatu. Posisi subjek bisa bervariasi (tiga per empat profil, profil, atau mengarah pada kamera). Gerakan kepala dapat dilihat dengan jelas sehingga mata dapat teridentifikasi tetapi kalau figur hanya satu. Jika dalam shot terdapat dua atau lebih figur, maka garis mata diantara mereka menjadi kabur. Long Shot sering digunakan untuk memperlihatkan gerakan manusia, seperti subjek yang sedang berjalan, berlari, atau menggerakkan tangan. Long Shot jarang digunakan sebagai shot pembuka, kecuali kalau lingkungan yang digambatkan sudah dikenal dengan baik oleh penonton. Long Shot dikenal sebagai Landscape Format yang mengantarkan mata penonton kepada keluasan suatu suasana dan objek.
  • Very Long Shot: dibuat apabila penonton memerlukan visualisasi untuk menggambarkan adegan kolosal atau banyak objek. Untuk subjek manusia, tinggi subjek sekitar satu per tiga dari ketinggian frame. Subjek mulai dikenali pakaian dan jenis kelaminnya. Aktivitas subjek mulai terlihat walaupun tidak terlihat jelas.Mayoritas frame masih berisi geografi dan lingkungan sekitar sehingga dalam produksi film, VLS ini biasanya berupa gambar-gambar cantik dan indah. Very Long Shot bisa digunakan sebagai opening sequence yang dibutuhkan untuk pengenalan figur dan pergerakannya walaupun tidak secara detil. Masalah utama pada ukuran shot ini adalah kesulitan dalam mengikuti pergerakan subjek, baik ke kiri atau ke kanan. Ini terjadi karena ukuran kepala yang terlihat cukup kecil sehingga garis mata tidak terlihat. Akibatnya arah pergerakan lebih mudah dideteksi lewat gerakan tubuh.
  • Cut Away : Teknik yang mengambil pergerakan dan reaksi dari sekitar subjek.
  • Medium Shot: Pada objek yang sama, dengan melakukan zoom in pada gambar berukuran Medium Long Shot, maka shot size berubah menjadi Medium Shot. Posisi subjek pada Medium Shot mengarah pada kamera. Medium Shot dikenal sebagai Potrait Format atau posisi pas foto karena memperlihatkan subjek orang dari tangan sampai ke atas kepala. Ukuran shot ini bahkan dapat memperlihatkan pergerakan mata dengan jelas. Karena itu, perhatian lebih ditekankan pada figure daripada background. Medium Shot biasanya digunakan sebagai komposisi gambar terbaik untuk syuting wawancara karena penonton dapat melihat dengan jelas ekspresi dan emosi dari orang yang diwawancara.
  • Medium Close Up: posisi subjek pada Medium Close Up mengarah ke kamera dengan mengutamakan ekspresi wajah. Garis mata subjek terlihat jelas bahkan apabila terdapat kecacatan pada kulit, dapat terlihat. Begitu juga jika subjek menggerakan wajah, maka akan terlihat jelas, seperti kalau subjek menggerak-gerakkan matanya. Pada Medium Close Up masih terdapat sisa tempat untuk memperlihatkan akvtivitas lain atau sebagian aktivitas terlihat pada background. Ada problem utama yang berhubungan dengan mata subjek, yaitu mata akan tampak flat dan tidak hidup jika tidak dibantu oleh pencahayaan tambahan atau reflector. Medium Close Up sangat umum digunakan pada berbagai produksi untuk menceritakan kepada penonton tentang berbagai hal mengenai subjek. Satu catatan khusus, objek gambar bisa diposisikan dari berbagai sudut kamera..

Pergerakan Kamera :
Pain Right : Pergerakan kamera ke kanan terhadap subjek
Pain Left : Pergerakan kamera ke kiri terhadap subjek
Zoom In : Pergerakan kamera mendekati subjek
Zoom Out : Pergerakan kamera menjauhi subjek
Tilt Up : Pergerakan kamera ke atas terhadap subjek
Tilt Down : Pergerakan kamera ke atas terhadap subjek

Referensi :
http://okihelfiska.wordpress.com/2008/09/08/tipe-tipe-shot-pada-kamera
Bahan Perkuliahan Teknik Kamera Televisi, Joni Arman Hamid
http://blog.smkn4-mlg.sch.id/smmart/2010/11/18/type-of-shot-lebih-panjang%E2%80%A6/

 

LIVERPOOL GIVE UP THE SCORE 4-0

Analisa Pertandingan :

Pada pertandingan kali ini, Liverpool takluk oleh rival utamanyadengan skor yang cukup telak yaitu 4-0. Manchester United bermain begitu antusias hingga pemain-pemain Liverpool sulit untuk mengimnangi permainan pemain-pemain Machester United.Di babak pertama permainan Liverpool tak berkembang, hingga terjadi beberapa gol ke gawang Liverpool yang di kawal oleh Jerzy Dudek (kiper asal Polandia). Pemain-pemain belakang Liverpool pun bermain kurang solid, dengan mudah pemain-pemain Manchester United menembuh pertahanan Liverpool dan mencetak 4 gol tanpa balas.

Type Shot :

  • Long Shot: jika mengambil objek manusia, Long Shot adalah gambar seutuhnya, mulai dari ujung rambut hingga ujung sepatu. Posisi subjek bisa bervariasi (tiga per empat profil, profil, atau mengarah pada kamera). Gerakan kepala dapat dilihat dengan jelas sehingga mata dapat teridentifikasi tetapi kalau figur hanya satu. Jika dalam shot terdapat dua atau lebih figur, maka garis mata diantara mereka menjadi kabur. Long Shot sering digunakan untuk memperlihatkan gerakan manusia, seperti subjek yang sedang berjalan, berlari, atau menggerakkan tangan. Long Shot jarang digunakan sebagai shot pembuka, kecuali kalau lingkungan yang digambatkan sudah dikenal dengan baik oleh penonton. Long Shot dikenal sebagai Landscape Format yang mengantarkan mata penonton kepada keluasan suatu suasana dan objek.
  • Very Long Shot: dibuat apabila penonton memerlukan visualisasi untuk menggambarkan adegan kolosal atau banyak objek. Untuk subjek manusia, tinggi subjek sekitar satu per tiga dari ketinggian frame. Subjek mulai dikenali pakaian dan jenis kelaminnya. Aktivitas subjek mulai terlihat walaupun tidak terlihat jelas.Mayoritas frame masih berisi geografi dan lingkungan sekitar sehingga dalam produksi film, VLS ini biasanya berupa gambar-gambar cantik dan indah. Very Long Shot bisa digunakan sebagai opening sequence yang dibutuhkan untuk pengenalan figur dan pergerakannya walaupun tidak secara detil. Masalah utama pada ukuran shot ini adalah kesulitan dalam mengikuti pergerakan subjek, baik ke kiri atau ke kanan. Ini terjadi karena ukuran kepala yang terlihat cukup kecil sehingga garis mata tidak terlihat. Akibatnya arah pergerakan lebih mudah dideteksi lewat gerakan tubuh.
  • Cut Away : Teknik yang mengambil pergerakan dan reaksi dari sekitar subjek.
  • Medium Shot: Pada objek yang sama, dengan melakukan zoom in pada gambar berukuran Medium Long Shot, maka shot size berubah menjadi Medium Shot. Posisi subjek pada Medium Shot mengarah pada kamera. Medium Shot dikenal sebagai Potrait Format atau posisi pas foto karena memperlihatkan subjek orang dari tangan sampai ke atas kepala. Ukuran shot ini bahkan dapat memperlihatkan pergerakan mata dengan jelas. Karena itu, perhatian lebih ditekankan pada figure daripada background. Medium Shot biasanya digunakan sebagai komposisi gambar terbaik untuk syuting wawancara karena penonton dapat melihat dengan jelas ekspresi dan emosi dari orang yang diwawancara.
  • Medium Close Up: posisi subjek pada Medium Close Up mengarah ke kamera dengan mengutamakan ekspresi wajah. Garis mata subjek terlihat jelas bahkan apabila terdapat kecacatan pada kulit, dapat terlihat. Begitu juga jika subjek menggerakan wajah, maka akan terlihat jelas, seperti kalau subjek menggerak-gerakkan matanya. Pada Medium Close Up masih terdapat sisa tempat untuk memperlihatkan akvtivitas lain atau sebagian aktivitas terlihat pada background. Ada problem utama yang berhubungan dengan mata subjek, yaitu mata akan tampak flat dan tidak hidup jika tidak dibantu oleh pencahayaan tambahan atau reflector. Medium Close Up sangat umum digunakan pada berbagai produksi untuk menceritakan kepada penonton tentang berbagai hal mengenai subjek. Satu catatan khusus, objek gambar bisa diposisikan dari berbagai sudut kamera..

Pergerakan Kamera :
Pain Right : Pergerakan kamera ke kanan terhadap subjek
Pain Left : Pergerakan kamera ke kiri terhadap subjek
Zoom In : Pergerakan kamera mendekati subjek
Zoom Out : Pergerakan kamera menjauhi subjek
Tilt Up : Pergerakan kamera ke atas terhadap subjek
Tilt Down : Pergerakan kamera ke atas terhadap subjek

Referensi :
http://okihelfiska.wordpress.com/2008/09/08/tipe-tipe-shot-pada-kamera
Bahan Perkuliahan Teknik Kamera Televisi, Joni Arman Hamid
http://blog.smkn4-mlg.sch.id/smmart/2010/11/18/type-of-shot-lebih-panjang%E2%80%A6/

 

LIVERPOOL LOST BY MANCHESTER UNITED

Analisa Pertandingan :

Pada pertandingan kali ini, Liverpool takluk oleh rival utamanya di lanjutan piala FA. Liverpool takluk dengan skor tips yaitu 1-0. dengan kekalahan ini, Liverpool tak dapat melanjutkan ke fase selanjutnya. Sementara itu, Manchester United yang berhasil menaklukkan Liverpool dapat melanjutkan ke fase berikutnya.

sungguh di sayangkan karena permainan Liverpool begitu baik, hanya faktor keberuntungan yang belum memihak kepada Liverpool maka tim yang berjuluk The Reds tersebut tak dapak mencetak gol meski memiliki beberapa peluang bagus.

Type Shot :

  • Long Shot: jika mengambil objek manusia, Long Shot adalah gambar seutuhnya, mulai dari ujung rambut hingga ujung sepatu. Posisi subjek bisa bervariasi (tiga per empat profil, profil, atau mengarah pada kamera). Gerakan kepala dapat dilihat dengan jelas sehingga mata dapat teridentifikasi tetapi kalau figur hanya satu. Jika dalam shot terdapat dua atau lebih figur, maka garis mata diantara mereka menjadi kabur. Long Shot sering digunakan untuk memperlihatkan gerakan manusia, seperti subjek yang sedang berjalan, berlari, atau menggerakkan tangan. Long Shot jarang digunakan sebagai shot pembuka, kecuali kalau lingkungan yang digambatkan sudah dikenal dengan baik oleh penonton. Long Shot dikenal sebagai Landscape Format yang mengantarkan mata penonton kepada keluasan suatu suasana dan objek.
  • Very Long Shot: dibuat apabila penonton memerlukan visualisasi untuk menggambarkan adegan kolosal atau banyak objek. Untuk subjek manusia, tinggi subjek sekitar satu per tiga dari ketinggian frame. Subjek mulai dikenali pakaian dan jenis kelaminnya. Aktivitas subjek mulai terlihat walaupun tidak terlihat jelas.Mayoritas frame masih berisi geografi dan lingkungan sekitar sehingga dalam produksi film, VLS ini biasanya berupa gambar-gambar cantik dan indah. Very Long Shot bisa digunakan sebagai opening sequence yang dibutuhkan untuk pengenalan figur dan pergerakannya walaupun tidak secara detil. Masalah utama pada ukuran shot ini adalah kesulitan dalam mengikuti pergerakan subjek, baik ke kiri atau ke kanan. Ini terjadi karena ukuran kepala yang terlihat cukup kecil sehingga garis mata tidak terlihat. Akibatnya arah pergerakan lebih mudah dideteksi lewat gerakan tubuh.
  • Cut Away : Teknik yang mengambil pergerakan dan reaksi dari sekitar subjek.
  • Medium Shot: Pada objek yang sama, dengan melakukan zoom in pada gambar berukuran Medium Long Shot, maka shot size berubah menjadi Medium Shot. Posisi subjek pada Medium Shot mengarah pada kamera. Medium Shot dikenal sebagai Potrait Format atau posisi pas foto karena memperlihatkan subjek orang dari tangan sampai ke atas kepala. Ukuran shot ini bahkan dapat memperlihatkan pergerakan mata dengan jelas. Karena itu, perhatian lebih ditekankan pada figure daripada background. Medium Shot biasanya digunakan sebagai komposisi gambar terbaik untuk syuting wawancara karena penonton dapat melihat dengan jelas ekspresi dan emosi dari orang yang diwawancara.
  • Medium Close Up: posisi subjek pada Medium Close Up mengarah ke kamera dengan mengutamakan ekspresi wajah. Garis mata subjek terlihat jelas bahkan apabila terdapat kecacatan pada kulit, dapat terlihat. Begitu juga jika subjek menggerakan wajah, maka akan terlihat jelas, seperti kalau subjek menggerak-gerakkan matanya. Pada Medium Close Up masih terdapat sisa tempat untuk memperlihatkan akvtivitas lain atau sebagian aktivitas terlihat pada background. Ada problem utama yang berhubungan dengan mata subjek, yaitu mata akan tampak flat dan tidak hidup jika tidak dibantu oleh pencahayaan tambahan atau reflector. Medium Close Up sangat umum digunakan pada berbagai produksi untuk menceritakan kepada penonton tentang berbagai hal mengenai subjek. Satu catatan khusus, objek gambar bisa diposisikan dari berbagai sudut kamera..

Pergerakan Kamera :
Pain Right : Pergerakan kamera ke kanan terhadap subjek
Pain Left : Pergerakan kamera ke kiri terhadap subjek
Zoom In : Pergerakan kamera mendekati subjek
Zoom Out : Pergerakan kamera menjauhi subjek
Tilt Up : Pergerakan kamera ke atas terhadap subjek
Tilt Down : Pergerakan kamera ke atas terhadap subjek

Referensi :
http://okihelfiska.wordpress.com/2008/09/08/tipe-tipe-shot-pada-kamera
Bahan Perkuliahan Teknik Kamera Televisi, Joni Arman Hamid
http://blog.smkn4-mlg.sch.id/smmart/2010/11/18/type-of-shot-lebih-panjang%E2%80%A6/

 

LOST IN THE FA CUP

Analisa Pertandingan :

Pada pertandingan kali ini, Liverpool takluk oleh rival utamanya di lanjutan piala FA. Liverpool takluk dengan skor tips yaitu 1-0. dengan kekalahan ini, Liverpool tak dapat melanjutkan ke fase selanjutnya. Sementara itu, Manchester United yang berhasil menaklukkan Liverpool dapat melanjutkan ke fase berikutnya.

sungguh di sayangkan karena permainan Liverpool begitu baik, hanya faktor keberuntungan yang belum memihak kepada Liverpool maka tim yang berjuluk The Reds tersebut tak dapak mencetak gol meski memiliki beberapa peluang bagus.

Type Shot :

  • Long Shot: jika mengambil objek manusia, Long Shot adalah gambar seutuhnya, mulai dari ujung rambut hingga ujung sepatu. Posisi subjek bisa bervariasi (tiga per empat profil, profil, atau mengarah pada kamera). Gerakan kepala dapat dilihat dengan jelas sehingga mata dapat teridentifikasi tetapi kalau figur hanya satu. Jika dalam shot terdapat dua atau lebih figur, maka garis mata diantara mereka menjadi kabur. Long Shot sering digunakan untuk memperlihatkan gerakan manusia, seperti subjek yang sedang berjalan, berlari, atau menggerakkan tangan. Long Shot jarang digunakan sebagai shot pembuka, kecuali kalau lingkungan yang digambatkan sudah dikenal dengan baik oleh penonton. Long Shot dikenal sebagai Landscape Format yang mengantarkan mata penonton kepada keluasan suatu suasana dan objek.
  • Very Long Shot: dibuat apabila penonton memerlukan visualisasi untuk menggambarkan adegan kolosal atau banyak objek. Untuk subjek manusia, tinggi subjek sekitar satu per tiga dari ketinggian frame. Subjek mulai dikenali pakaian dan jenis kelaminnya. Aktivitas subjek mulai terlihat walaupun tidak terlihat jelas.Mayoritas frame masih berisi geografi dan lingkungan sekitar sehingga dalam produksi film, VLS ini biasanya berupa gambar-gambar cantik dan indah. Very Long Shot bisa digunakan sebagai opening sequence yang dibutuhkan untuk pengenalan figur dan pergerakannya walaupun tidak secara detil. Masalah utama pada ukuran shot ini adalah kesulitan dalam mengikuti pergerakan subjek, baik ke kiri atau ke kanan. Ini terjadi karena ukuran kepala yang terlihat cukup kecil sehingga garis mata tidak terlihat. Akibatnya arah pergerakan lebih mudah dideteksi lewat gerakan tubuh.
  • Cut Away : Teknik yang mengambil pergerakan dan reaksi dari sekitar subjek.
  • Medium Shot: Pada objek yang sama, dengan melakukan zoom in pada gambar berukuran Medium Long Shot, maka shot size berubah menjadi Medium Shot. Posisi subjek pada Medium Shot mengarah pada kamera. Medium Shot dikenal sebagai Potrait Format atau posisi pas foto karena memperlihatkan subjek orang dari tangan sampai ke atas kepala. Ukuran shot ini bahkan dapat memperlihatkan pergerakan mata dengan jelas. Karena itu, perhatian lebih ditekankan pada figure daripada background. Medium Shot biasanya digunakan sebagai komposisi gambar terbaik untuk syuting wawancara karena penonton dapat melihat dengan jelas ekspresi dan emosi dari orang yang diwawancara.
  • Medium Close Up: posisi subjek pada Medium Close Up mengarah ke kamera dengan mengutamakan ekspresi wajah. Garis mata subjek terlihat jelas bahkan apabila terdapat kecacatan pada kulit, dapat terlihat. Begitu juga jika subjek menggerakan wajah, maka akan terlihat jelas, seperti kalau subjek menggerak-gerakkan matanya. Pada Medium Close Up masih terdapat sisa tempat untuk memperlihatkan akvtivitas lain atau sebagian aktivitas terlihat pada background. Ada problem utama yang berhubungan dengan mata subjek, yaitu mata akan tampak flat dan tidak hidup jika tidak dibantu oleh pencahayaan tambahan atau reflector. Medium Close Up sangat umum digunakan pada berbagai produksi untuk menceritakan kepada penonton tentang berbagai hal mengenai subjek. Satu catatan khusus, objek gambar bisa diposisikan dari berbagai sudut kamera..

Pergerakan Kamera :
Pain Right : Pergerakan kamera ke kanan terhadap subjek
Pain Left : Pergerakan kamera ke kiri terhadap subjek
Zoom In : Pergerakan kamera mendekati subjek
Zoom Out : Pergerakan kamera menjauhi subjek
Tilt Up : Pergerakan kamera ke atas terhadap subjek
Tilt Down : Pergerakan kamera ke atas terhadap subjek

Referensi :
http://okihelfiska.wordpress.com/2008/09/08/tipe-tipe-shot-pada-kamera
Bahan Perkuliahan Teknik Kamera Televisi, Joni Arman Hamid
http://blog.smkn4-mlg.sch.id/smmart/2010/11/18/type-of-shot-lebih-panjang%E2%80%A6/